Hasil 76 Indonesian Downhill 2026: Andy Gaspol, Junior Lebih Cepat!
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Owner ProFood Machinery Lukas Honggo Kariyanto memamerkan mesin Cookie Dopositor yang mampu memproduksi kue kering hingga 4000 butir per jam di Bacary (Bakery, Cake & Confectionery) Food Industry Jogja Expo 2014, di JEC, Jumat (12/9/2014). (JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)
Harianjogja.com, JOGJA- Pameran Bacary (Bakery, Cake & Confectionery) Food Industry Jogja Expo 2014 pada 12-14 September menampilkan beragam kerasi dan teknologi kuliner masa kini. Termasuk mesin pembuat kue kering otomatis, cookie depositor.
Direktur Utama PT Berkania Promosindo Richard Pesik mengatakan pameran tersebut baru pertama digelar untuk wilayah Jogja. Kegiatan serupa sudah dilakukan sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya dan Makasar. Jogja menjadi kota perwakilan untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah.
“Alasan kami memilih Jogja karena pertumbuhan industri kulinernya cukup tinggi,” jelas Richard di sela kegiatan, di JEC, Jumat (12/9/2014).
Selama tiga hari penyelenggaraan pameran, kata Richard, pihaknya mengundang pengusaha yang konden di bidang kuliner. Baik berasal dari UMKM, perhotelan, restoran maupun kafe. Pihaknya menargetkan transaksi penjualan hingga Rp6 miliar.
“Pameran ini diikuti 80 perusahaan sebagian dari China, Taiwan dan Singapura. Semuanya menawarkan perlengkapan bahan dasar,” tandasnya.
Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah mesin pembuat kue kering yang dinamakan cookie depositor. Dengan mesin ini, pemiliknya mampu memproduksi kue kering sebanyak 4.000 butir dalam waktu satu jam.
“Mesin ini saya rancang sendiri. Semua sudah diprogram secara otomatis. Tinggal milih mau kue kering bentuk apa?,” ujar Owner ProFood Machinery Lukas Honggo Kariyanto.
Mesin pintar tersebut bahkan sudah diekspor ke beberapa Negara seperti Taiwan dan Inggris. Pihaknya menerima pemesanan mesin dengan sistem indent selama satu bulan dengan biaya per unit mencapai Rp190 juta.
“Mesin ini sudah dibuat sebanyak 40 unit. Sekitar 10 unit masih indent. Selain irit tenaga, bentuk kue yang diproduksi konsisten. Ini benar-benar rancangan asli Indonesia,” katanya.
Selain mesin pembuat kue kering, terdapat juga mesin pembuat kue nastar (rounding machine). Mesin tersebut hingga kini dibuat sebanyak 95 unit di mana satu unitnya mampu menghasilkan sebanyak 5.000 butir kue isi selama satu jam.
“Mesin ini bisa membuat moci, onde-onde bahkan bakpia kering. Volume adonan bisa mencapai 50 kg. Satu butir beratnya hanya 10 gram,” tutup alumni Fakultas Teknologi Pertanian UGM itu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Kemendag meluncurkan layanan alat ukur SPKLU guna memastikan konsumen kendaraan listrik mendapat daya sesuai pembayaran
Penjualan sapi kurban asal Gunungkidul tembus 4.700 ekor jelang Iduladha 2026. Permintaan naik dibanding tahun lalu.