Pelajar dan Mahasiswa Jadi Sasaran Gerakan Pembayaran Nontunai

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Senin, 10 November 2014 03:29 WIB
Pelajar dan Mahasiswa Jadi Sasaran Gerakan Pembayaran Nontunai

ISI ULANG KARTU MULTI TRIP Seorang petugas memperlihatkan kartu multi trip dan bukti pembelian ketika peluncuran isi ulang saldo kartu multi trip Commuterline di Stasiun Sudirman Jakarta, Kamis (17/4). PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) menggandeng tiga operator telekomunikasi yakni Telkom, XL dan Indosat untuk mengembangkan model isi ulang saldo kartu multi trip (KMT) untuk pengguna jasa Commuterline dengan sistem uang elektronik atau e-money. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Harianjogja.com, JOGJA-Kalangan mahasiswa dan pelajar di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi sasaran Gerakan Nasional Transaksi Nontunai, karena dinilai mereka lebih cepat bisa menerima perubahan sistem pembayaran dari tunai ke nontunai.

"Kami memilih mereka karena mahasiswa dan pelajar bisa menerima setiap perubahan, termasuk perubahan sistem pembayaran dari tunai ke nontunai," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Arief Budi Santoso di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (8/11/2014).

Di sela acara pelatihan wartawan se Jateng-DIY 2014 yang diselenggarakan Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jateng-DIY, ia mengatakan pihaknya pada tahun lalu sudah melakukan kajian mengenai sistem pembayaran nontunai di empat universitas di DIY, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesoa, dan Universitas Pembangunan Nasional.

"Kami mengharapkan agar mahasiswa dapat menjadi pionir perubahan dalam bertransaksi yang selama ini secara tunai menjadi nontunai," kata Arif Dalam pelatihan dengan topik "E-Money and Financial Inclusion" yang berlangsung 7-8 November itu, ia mengatakan sebenarnya beberapa bank di Jogja sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah SMA terutama yang dilewati jalur Bus TransJogja.

"Para pelajar di SMA tersebut dapat menggunakan kartu nontunai untuk melakukan pembayaran saat menumpang Bus TransJogja," katanya.

Menurut dia, segmen pelajar ini juga potensial untuk digarap dalam Gerakan Nasional Transaksi Nontunai, sehingga layanan keuangan digital BI kini sedang mencoba mengkaji kira-kira apakah tepat Jogja menjadi tempat uji coba penggunaan sistem transaksi nontunai.

"Memang E-money ini bukan produknya Bank Indonsia (BI), sehingga pihaknya belum bisa memastikan jumlah kampus dan sekolah yang disasar," katanya.

Ia mengatakan nontunai merupakan produk bank, bukan BI. "Jadi kami harus kerja sama dengan mereka untuk mempromosikan, sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelajar. Kami tidak bisa sendiri, sehingga harus kerja sama dengan oihak bank penerbit kartu nontunai," katanya.

Ditanya mengenai hasil penerapan sistem transaksi nontunai di UGM, ia mengatakan sekarang ini sementara digunakan untuk pembayaran SPP.

Kemudian, kata dia, nantinya ditingkatkan jika selama ini kartu mahasiswa hanya sebagai alat pembayaran SPP, namun sekarabng ditingkatkan penggunaannya untuk pembayaran di koperasi mahasiswa (kopma), dan kantin.

"Sekarang ini makin banyak jumlah jenis usaha di lingkungan UGM yang bisa menerima pembayaran nontunai," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis