Investasi Pendirian Klinik Kesehatan Terjangkau

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 11 Desember 2014 19:20 WIB
Investasi Pendirian Klinik Kesehatan Terjangkau

Harianjogja.com, JOGJA- Direktur Utama PT K-24 Indonesia Gideon Hartono mengatakan, keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih dinilai merugikan dan mengurangi pendapatan dokter umum. Padahal, konsep tersebut menjadi peluang bagi dokter umum menjadi pemilik klinik maupun praktisi yang bermitra dengan BPJS.

“Dimana ada ancaman, di situ pasti ada peluang. Dengan BPJS, dokter umum bisa menjadi entrepreneur untuk memiliki penuh atau sebagian
dari sebuah klinik. Klinik itu nantinya bisa bermitra dengan jaringan Apotek K-24 yang tersebar di Indonesia,” ungkap Gideon di Hi Lab
Diagnostic Center, Selasa (9/12/2014).

Dijelaskan dia, jaringan K-24 di Indonesia saat ini berjumlah 343 unit. Sebanyak 36 di antaranya berada di DIY. Dengan mendorong dokter-
dokter umum mendirikan klinik maka penghasilan dokter umum bisa mencapai antara Rp7 juta hingga Rp20 juta perbulan. Apalagi, investasi
untuk mendirikan sebuah klinik dinilai terjangkau.

“Investasinya minimal antara Rp100juta hingga Rp150 juta,” ujarnya.

Untuk menjembatani masalah tersebut, pihaknya mengadakan seminar bertajuk ‘Peluang Dokter Umum sebagai pemilik dan Praktisi di Klinik
Layanan BPJS PLUS dan Klinik Skin Care’. Seminar tersebut akan diselenggarakan pada Sabtu (20/12/2014) di Hi Lab Kridosono. Para
peserta dikenakan biaya kontribusi sebesar Rp100.000.

“Sementara kami hanya menerima peserta dari dokter umum,” ujar Ketua Panitia Seminar dokter Lituhayu.

Selain membedah peluang dokter umum menjadi entrepreneur, kegiatan tersebut juga akan menghadirkan dokter Paran Bagionoto ahli bedah
senior yang terkenal dengan metode mengatasi ambeien tanpa rasa sakit dan tanpa pisau.

“Pada Minggu (21/12/2014) kami menyelenggarakan bakti sosial gratis pengobatan ambeien dengan metode Pila. Bagi masyarakat yang tidak
mampu dengan penyakit ambeien stadium maksimal tiga bisa mendaftar ke Hi Lab,” tukas Ayu, sapaan akrabnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online