PELUANG USAHA : Ingin Jual Es Jus? Ini Gambaran dan Kalkulasinya

Senin, 23 Februari 2015 08:20 WIB
PELUANG USAHA : Ingin Jual Es Jus? Ini Gambaran dan Kalkulasinya

Bu Tini dan gerobaknya (JIBI/Harian Jogja/Verryana Novita Ningrum)

Peluang usaha, terkesan sepele, berjualan jus di pinggir jalan. Namun untung yang direngkuh ternyata tak main-main.

Harianjogja.com, JOGJA-Salah satu variasi cara mengkonsumsi buah-buahan adalah dengan di jus. Minuman menyehatkan dengan bahan-bahan asli buah-buahan ini memang sangat mudah dibuat. Para pecinta buah-buahan bisa membuat jus di rumah atau di mana saja, karena memang cara membuatnya yang mudah. Akan tetapi, ada juga yang ingin cara praktis dan tak mau repot, yaitu dengan membeli jus yang ada di outlet minuman atau di pinggir jalan.

Ada beberapa orang yang memilah dan memilih untuk membeli jus buah. Harga di setiap tempat pun
berbeda-beda, tetapi tetap saja konsumen pasti memilih yang sehat dan yang murah. Hal ini yang membuat Sri Lotini, 44, berpikir untuk membuat usaha jualan jus yang sehat dan tidak banyak merogoh kocek pembelinya.

Memulai usaha sejak 1995, Tini, begitu panggilan akrabnya, pertama kali berjualan jus di depan rumahnya.
Dengan modal awal Rp100.000 Tini yakin usahanya akan berjalan lancar.

“Awalnya juga karena saya ibu rumah tangga, suntuk kalau di rumah terus,” katanya.

Dengan modal secukupnya, ternyata usaha Es Buah 25, nama yang di ambil dari nomor rumahnya, selalu
berkembang setiap tahunnya. Usaha yang dilakoninya pun membawa hasil yang sepadan, pasalnya sekitar
delapan tahun yang lalu usaha dari wanita yang tinggal di Jl. Arjuna Wirobrajan ini mendapat tempat di pinggir jalan sekitar daerah Wirobrajan, dilengkapi dengan gerobak yang cukup besar, dan buah-buahan yang juga segar.

Dengan buah-buahan yang selalu segar dan baru, pembeli tidak perlu khawatir dengan harga jus buah yang dijual bu Tini. Jus buah bu Tini di jual dengan harga bervariasi. Rata-rata jus buah yang dijual seharga Rp5.000, beberapa dijual dengan harga Rp6.000, seperti alpukat, apel, dan mangga, dan untuk jus sunkist dijual dengan harga Rp9.000. Kalau pembeli ingin menambahkan susu ke dalam jusnya, hanya cukup menambahkan Rp1.000.

Setiap usaha pasti akan mengalami naik turun. Akan tetapi, konsistensi Tini dengan menjual buah-buahan yang selalu segar dan baru, naik turun dalam usahanya tidak terlalu merugikan,

“Naik turun pernah, mbak, tapi nggak pernah membuat rugi. Alhamdullilah, keuntungannya aja yang sedikit berkurang,” tandasnya sambil melayani konsumen.

Yang membuat usahanya juga tetap bertahan adalah para pelanggan yang setia membeli jus buah bu Tini,
“Sebenarnya kalau musim hujan itu juga tantangan, tapi karena saya selalu menjaga pelanggan-pelanggan saya, jadi walaupun musim hujan, tetap ada yang beli jus,” tuturnya.

Dengan prinsip yang dilakoni Tini dengan tidak merugikan konsumen dan selalu menempatkan konsumen menjadi yang nomor satu, Tini yakin usahanya tidak akan tekor. Bahkan, prinsipnya itu yang membuat usahanya semakin berkembang.

Tini juga berkeinginan mengembangkan usahanya dengan membuat cabang.

“Inginnya buka cabang, tetapi susah dapat karyawan, ya doakan saja,” katanya.

Kalkulasi

Modal per hari (buah-buahan, cup, es, dll) : Rp400.000
Pendapatan Kotor : Rp700.000
Keuntungan bersih per hari : Rp300.000

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online