283.270 Kasus ISPA Tercatat, Ini 5 Kota dengan Udara Terburuk
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Pengemudi becak dan pedagang menggelar aksi dengan membawa spanduk bertuliskan, “Save Rupiah” di depan Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2015). Dalam aksi mereka, pedagang berharap pemerintah segera mengambil kebijakan untuk menyelamatkan ekonomi rakyat kecil akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang telah mencapai Rp13.000 per dolar AS. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Kurs rupiah melemah, eksportir mengaku buntung lantaran pasar yang disasar menggunakan kurs dolar.
Harianjogja.com, JOGJA—Melemahnya nilai rupiah beberapa waktu terakhir membuat pengusaha asal DI Yogyakarta buntung. Eksportir pun tak mendapat berkah dari tingginya nilai dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan penelusuran tim Harianjogja.com sepekan terakhir, hampir semua sektor mendapat dampak negatif dari melemahnya nilai rupiah. Para pengekspor yang biasanya mendulang rupiah karena tingginya nilai dolar tetap merugi lantaran permintaan barang anjlok.
Sekretaris Asmindo DIY, Endro Wardoyo, mengakui melemahnya rupiah seharusnya menjadi peluang bagi
eksportir untuk menggenjot angka penjualan. Sayangnya kondisi juga diikuti oleh melemahnya
perekenomian Uni Eropa. Padahal, selama ini pasar ekspor mereka memang lebih banyak mengarah ke Eropa. Akibatnya, jika ingin mengambil peluang di tengah melemahnya kurs rupiah ini, mau tidak mau mereka harus mengarahkan pasar ke Amerika.
"Jelas hal menjadi dilematis. Pasalnya, pasar Amerika itu lebih banyak perusahaan-perusahaan besar, jadi belinya mereka juga dalam volume besar, tapi intensitasnya kecil," ungkapnya saat dihubungi, Rabu (18/3/2015) lalu.
Malah, kata Endro, pihaknya khawatir jika kurs rupiah terus melemah dalam 1-2 bulan ke depan karena akan memperbesar kerugian. Sebab, harga bahan baku seperti lem dan kayu lapis sudah meningkat hingga mencapai 5%.
"Memang belum seberapa tingkat kenaikannya, tapi kalau kondisi ini [depresiasi rupiah] terus dibiarkan, bukan tidak mungkin tingkat kenaikannya bisa bertambah tinggi," keluhnya.
Dijelaskan Endro, kerugian itu jelas mengancam sebab para eksportir sebelumnya sudah terikat kontrak dengan buyer (pembeli). Dengan begitu peninjauan harga akan sulit dilakukan kecuali ada kedekatan personal yang intens antara mereka dengan para eksportirnya. Sepanjang 2014, ia mengakui omzet para eksportir komoditas mebel dan kerajinan mencapai kisaran angka 400 juta USD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
SMK Dirgantara Putra Bangsa melantik Ante Wahyu Alfianingrum sebagai Plt. kepala sekolah dan menyiapkan tiga program penguatan pendidikan aviasi.
Akademisi menyoroti komunikasi publik pemerintah pada dua tahun Prabowo-Gibran. Pemuda Jogja juga mendeklarasikan komitmen melawan hoaks dan provokasi.
Angkatan Udara Yordania menyerang persembunyian kelompok teroris di Suriah selatan sebagai balasan atas serangan gereja yang menewaskan delapan orang.
Sultan HB X mempersilakan masyarakat berunjuk rasa di Jogja, tetapi mengingatkan agar demonstrasi tertib, tidak merusak, dan memberi tahu polisi.
Mengenal Harry Kane, striker Inggris yang menjadi pencetak gol terbanyak Tottenham dan meraih berbagai gelar bersama Bayern Muenchen.