Jogja Inspira Hadirkan Kolaborasi Musik, Puisi dan Sketsa
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Kirab kereta wisata kencana membawa sejumlah tamu undangan untuk menikmati keindahan kota Yogyakarta dari Ndalem Yudonegaran menuju Hotel Inna Garuda malioboro, Yogyakarta, Selasa (23/12/2014). Kereta wisata kencana dilengkapi dengan sistem informasi digital menggunakan empat bahasa dan dipersembahkan untuk wisatawan, kereta bertarif mulai dari Rp. 200 Ribu ini menempuh rute dari Hotel Inna Garuda Malioboro - kawasan Nol Kilometer- Jalan Ahmad Dahlan - jalan Bayangkara - Jal
Wisata Indonesia terus berupaya mendatangkan wisatawan. Upaya promosi dianggap lebih efektif daripada kegiatan pariwisata
Harianjogja.com, SLEMAN- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenperkraf) menilai, peningkatan kegiatan promosi lebih efektif mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) dibandingkan penyelenggaraan event pariwisata.
Menteri Perkraf Arief Yahya mengatakan, pemerintah daerah banyak yang salah menerapkan strategi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisman. Alokasi dana kegiatan pariwisata diperbesar, sementara dana untuk melakukan promosi minim.
Arief pun mengingatkan, pemerintah daerah agar tidak terlalu banyak menghabiskan biaya untuk event kepariwisataan.
"Kalau itu yang dilakukan, maka kita seperti menonton tontonan yang dibuat sendiri. Seharusnya, kegiatan promosi ditingkatkan untuk mendatangkan wisman," ujar Arief saat menghadiri Seminar Nasional Pariwisata yang digelar Harian Jogja, di Sahid Rich Hotel Jogja, Rabu (29/4/2015).
Menurutnya, untuk meningkatkan kunjungan wisman harus mengetahui target utama, prioritas destinasi, originasi, alasan orang datang ke Indonesia, dan efektivitas media.
Jika semua hal tersebut sudah diketahui maka promosi pariwisata akan lebih efektif. Baginya, biaya promosi menjadi salah satu kunci menarik wisatawan. Dia membandingkan belanja promosi wisata di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.
"Belanja promosi wisata di Singapura sebesar US$278 juta, Malaysia sebesar US$300 juta, Thailand sekitar US$213 juta. Sementara Indonesia sekitar US$49,6 juta. Ya cuma sekitar Rp300 Miliar, sementara Malaysia Rp3,5 Triliun," ujarnya.
Ia pun meminta kepada Presiden agar belanja promosi dinaikkan menjadi Rp1 triliun. Sebab, kegiatan promosi dinilai penting untuk meningkatkan jumlah wisman. Pihaknya akan mempromosikan apa yang disukai konsumen dan bukan yang disukai daerah.
Pemda juga harus memahami betul konsumen yang akan disasar, menggunakan bahasa dan media mereka. Dia pun dengan tegas menolak memberikan bantuan dana kegiatan kepada masing-masing Pemda.
"Saya hanya akan mendukung wisata daerah, tetapi bukan untuk kegiatan. Saya akan memberinya lewat belanja promosi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Desa Wisata Sasak Ende menghadirkan kehidupan tradisional Sasak lewat rumah adat, Gendang Beleq, Peresean dan aktivitas warga.
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.
Ranu Regulo tetap dibuka meski sejumlah titik di Gunung Bromo terbakar. Wisatawan diminta waspada dan tidak menyalakan api.
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Astra Financial dan OJK mengukuhkan 1.000 Duta OJK Peduli di Jogja untuk memperluas literasi keuangan hingga ke masyarakat.