Astra Financial dan OJK Latih 1.000 Penggerak Literasi Keuangan

Media Digital
Media Digital Senin, 14 September 2026 21:47 WIB
Astra Financial dan OJK Latih 1.000 Penggerak Literasi Keuangan

Astra Financial dan OJK mengukuhkan 1.000 Duta OJK Peduli di Jogja untuk memperluas literasi keuangan hingga ke masyarakat. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 1.000 peserta dikukuhkan sebagai Duta OJK Peduli setelah mengikuti pelatihan penggerak duta literasi keuangan atau Training of Trainers yang digelar Astra Financial bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jogja, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel UNY tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi keuangan melalui karyawan, mahasiswa, penggerak desa, hingga fasilitator Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Acara juga dipadukan dengan seminar kampanye Gerakan Cakap Keuangan. Sejumlah narasumber dari OJK, praktisi keuangan dan eksekutif Astra Financial, konglomerasi keuangan di bawah Kelompok Usaha Astra International, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Acara ini adalah wujud komitmen dalam mendukung penguatan literasi keuangan di Indonesia. Kami bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk tujuan tersebut,” tutur Presiden Direktur Konglomerasi Keuangan Astra Hugeng Gozali di Jogja, Sabtu (12/9).

Hugeng mengatakan 1.000 peserta yang dikukuhkan sebagai Duta OJK Peduli tersebut diharapkan menjadi penggerak literasi keuangan di tengah masyarakat.

“Mereka terdiri dari karyawan, mahasiswa, penggerak desa, dan fasilitator Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” katanya.

Gap Literasi dan Inklusi Keuangan Masih Lebar

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK M. Ismail Riyadi mengatakan tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93%. Namun, tingkat literasi keuangan baru berada di angka 69,57%.

Menurut Ismail, selisih lebih dari 20% antara inklusi dan literasi keuangan tersebut menjadi tantangan yang perlu segera diatasi. Masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga perlu memahami penggunaannya hingga mampu mengubah sikap dan perilaku dalam mengelola keuangan.

"Gap yang cukup lebar antara inklusi keuangan lebih 20 persen adalah tantangan. Artinya literasi keuangan harus ditingkatkan, tidak hanya paham tetapi juga tahu, diikuti perubahan sikap dan perilaku."

Ismail mengapresiasi upaya Astra Financial dalam memperluas literasi keuangan melalui pelatihan dan workshop yang menjangkau lebih banyak masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi OJK dan Astra Financial dapat diperluas ke berbagai kota lain dengan melibatkan perusahaan keuangan yang berada di bawah Astra Financial serta kantor OJK di daerah.

"OJK dan Astra dapat saling mengisi di berbagai kota lain melalui keterlibatan perusahaan keuangan dalam naungan Astra Financial, demikian pula melalui kantor OJK di berbagai daerah," tuturnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Eko Yunianto dan Direktur Astra sekaligus Director In-Charge Astra Financial Siswadi.

Duta OJK Peduli Jadi Penggerak Literasi

Program OJK Peduli merupakan akronim dari OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia. Program tersebut ditujukan bagi individu yang telah mendapatkan edukasi keuangan untuk kemudian menyebarluaskan informasi keuangan kepada masyarakat atau komunitas di sekitarnya.

Melalui program tersebut, Astra Financial mengambil bagian dalam misi OJK untuk memperluas jangkauan literasi keuangan di tengah masyarakat. Para peserta yang dikukuhkan diharapkan dapat membawa edukasi tersebut ke lingkungan dan komunitas masing-masing.

Pada sesi inti, kegiatan dilanjutkan dengan Panel Diskusi bertajuk "Bergerak Tumbuh Bersama, Pahami Ancaman Keuangan Ilegal". Diskusi menghadirkan Kepala OJK DIY Eko Yunianto, Wakil Presiden Direktur Konglomerasi Keuangan Astra Agus Prayitno Wirawan, serta Pembina Generasi Cerdas Keuangan sekaligus Guru Besar UNY Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP.

Pembahasan berfokus pada ancaman pinjaman ilegal, investasi ilegal, dan judi daring yang masih marak serta berpotensi merugikan masyarakat.

Astra Financial Jangkau 390 Kabupaten dan Kota

Astra Financial mencatat program literasi keuangan dan pembinaan UMKM yang dijalankan sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 telah menjangkau sekitar 390 kabupaten dan kota. Program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 60.000 penerima.

Sementara itu, program edukasi bagi pelajar dan tenaga pengajar telah menjangkau seluruh 38 provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Upaya tersebut dijalankan oleh berbagai unit bisnis Astra Financial melalui sejumlah program, yakni:

- KLiK Astra Financial, berupa pemberdayaan guru dan pelajar melalui Laboratorium Literasi Keuangan.
- LENTERA Asuransi Astra, berupa literasi bagi kelompok dengan pemahaman finansial di bawah rata-rata nasional, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, petani, nelayan, dan masyarakat wilayah 3T.
- MENYALA FIFGROUP, berupa peningkatan literasi keuangan bagi pelajar dan guru SMA serta SMK di seluruh Indonesia.
- EDUCLASS ACC, berupa edukasi keuangan bagi pelajar, mahasiswa, dan pelaku UMKM di berbagai daerah.
- Solopreneur Academy Bank Saqu, berupa pelatihan dan pendampingan bagi para solopreneur dalam mengelola keuangan dan mengembangkan usaha.

Selain edukasi, Astra Financial juga menyalurkan dana bergulir sebagai modal usaha kepada lebih dari 500 pelaku UMKM. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Sebagai puncak kegiatan, dilakukan Pengukuhan Duta OJK Peduli yang menandai kesiapan 1.000 peserta untuk menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungan dan komunitas masing-masing.

Melalui Training of Trainers OJK Peduli dan Seminar Gerakan Cakap Keuangan, Astra Financial dan OJK menegaskan bahwa peningkatan kecakapan serta perlindungan finansial masyarakat membutuhkan kolaborasi dan keberlanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online