PERTUMBUHAN EKONOMI : DIY Alami Kontraksi 0,09%

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jum'at, 07 Agustus 2015 07:20 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI : DIY Alami Kontraksi 0,09%

Pertumbuhan ekonomi di DIY mengelami pengerutan.

Harianjogja.com, BANTUL—Perekonomian DIY triwulan II 2015 terhadap triwulan I 2015 quarter to quarter (q to q) mengalami kontraksi sebesar 0,09%.

Kepala Badan Pusat Statistik DIY Bambang Kristianto mengatakan, dari sisi produksi, kontraksi tersebut disebabkan menurunnya industri lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan. Di mana, produksi pada industri tanaman pangan utamanya padi dan palawija yang mengalami kontraksi sangat dalam yakni 26,39%.

“Pasalnya, puncak panen raya terjadi pada triwulan I 2015,” ujar dia di Kantor BPS DIY, Bantul, Rabu (5/8/2015).

Sementara, ia menambahkan, dari sisi pengeluaran, kontraksi pertumbuhan lebih disebabkan oleh kontraksi komponen impor luar negeri barang dan jasa sebesar 7,28%. Untuk komponen lain seperti pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap domestik bruto, perubahan inventori mengalami pertumbuhan positif.

Bambang mengatakan, tiga urutan terbesar lapangan usaha pemberi kontribusi struktur ekonomi DIY pada triwulan II 2015 adalah lapangan usaha industri pengolahan; lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan; dan lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum. Ketiga lapangan usaha ini memberikan kontribusi sebesar 34,9%.

Ia menjelaskan, perekonomian DIY yang diukur dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2015 mencapai Rp24,9 triliun. Sementara, atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp20,3 triliun.

“Perekonomian DIY triwulan II 2015 secara year on year [yoy] tumbuh 4,72 persen. Sedikit lebih rendah dibanding triwulan II 2014 yakni sebesar 4,75 persen,” ujar dia.

Dari sisi produksi, ujar dia, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha perdagangan besar -eceran dan reparasi mobil-sepeda sebesar 10,37%. Dari sisi pengeluaran lebih didorong konsumsi rumah tangga yang tumbuh 3,71%.

Sementara, kondisi perekonomian DIY diperkirakan bertumbuh hingga akhir 2015. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY Arief Budi Santoso mengatakan, pertumbuhan ekonomi di DIY diperkirakan mencapai 5% hingga 5,1%. Hal itu disebabkan beberapa faktor antara lain dari sektor pertanian yang mulai panen serta sektor wisata yang bergerak karena musim liburan.

“Sektor wisata bisa nyambung ke mana-mana. Misalnya ke sektor perdagangan, makanan, dan minuman,” ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis