INDUSTRI SUSU : Penuhi Kebutuhan Produksi?, Butuh Dukungan Pemerintah

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Sabtu, 19 September 2015 17:20 WIB
INDUSTRI SUSU : Penuhi Kebutuhan Produksi?, Butuh Dukungan Pemerintah

Kegiatan kunjungan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Pabrik Sarihusada Kemudo, Kamis (16/9/2015). (JIBI/Harian Jogja/Ist)

Industri susu di Indonesia membutuhkan dukungan dari pemerintah.

Harianjogja.com, JOGJA- Produksi susu nasional baru memenuhi 21% dari total kebutuhan bahan baku produk olahan susu sebanyak 3,8 juta ton per tahun. Untuk meningkatkan produksi, PT. Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) menginvestasikan dananya sebesar Rp200 M untuk pengembangan fasilitas produksi.

Arif Mujahidin , Head of Corporate Affairs Sarihusada mengatakan, dana investasi tersebut masih dibutuhkan untuk investasi lanjutan di tahun mendatang sesuai kebutuhan perusahaan. Pihaknya berharap, pemerintah meneruskan dukungan terhadap perusahaan yang secara konsisten mengembangkan produksi, menciptakan lapangan kerja dan melakukan investasi.

"Salah satu dukungan yang diperlukan adalah kemudahan perizinan, keamanan dan kenyamanan berusaha, stabilitas makro ekonomi dan insentif pajak," ujar Arif melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (17/9/2015).

Pada Kamis (16/9/2015) lalu, PT SGM mendapat kunjungan dari Menteri Perindustrian Saleh Husin. Menteri beserta rombongan diterima Direksi beserta jajarannya. Dalam kunjungan tersebut, selain mendapatkan informasi mengenai perusahaan dan proses produksinya, menteri beserta rombongan juga berkesempatan melihat langsung proses produksi dari mulai proses pencampuran sampai proses pengisian dan pengepakan serta pergudangan.

Sementara, dalam kunjungan tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, produksi susu nasional baru memenuhi 21% dari

total kebutuhan bahan baku produk olahan susu sebanyak 3,8 juta ton per tahun. ?Untuk meningkatkan produksi, pihaknya berharap industri susu terus meningkatkan kerjasama antar Kementerian, Pemerintah Daerah, perusahaan, dan asosiasi-asosiasi.

"Ini dilakukan agar pada masa mendatang kebutuhan susu dapat dicukupi tanpa harus mengimpor,” harapnya.

Menurut Saleh, Indonesia menawarkan peluang yang cukup besar bagi industri pengolahan susu untuk mengembangkan usahanya. Pasalnya, konsumsi susu per kapita di Indonesia masih sangat rendah. Dia mengakui, belum banyak investor yang bergerak di bidang industri pengolahan susu
yang tertarik menanamkan modalnya.

"Indonesia masih dikenal sebagai negara yang sulit mengurus izin usaha. Posisi Indonesia berada di urutan ke 114 dalam masalah perizinan. Ini perlu segera dibenahi," katanya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online