Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Kegiatan kunjungan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Pabrik Sarihusada Kemudo, Kamis (16/9/2015). (JIBI/Harian Jogja/Ist)
Industri susu di Indonesia membutuhkan dukungan dari pemerintah.
Harianjogja.com, JOGJA- Produksi susu nasional baru memenuhi 21% dari total kebutuhan bahan baku produk olahan susu sebanyak 3,8 juta ton per tahun. Untuk meningkatkan produksi, PT. Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) menginvestasikan dananya sebesar Rp200 M untuk pengembangan fasilitas produksi.
Arif Mujahidin , Head of Corporate Affairs Sarihusada mengatakan, dana investasi tersebut masih dibutuhkan untuk investasi lanjutan di tahun mendatang sesuai kebutuhan perusahaan. Pihaknya berharap, pemerintah meneruskan dukungan terhadap perusahaan yang secara konsisten mengembangkan produksi, menciptakan lapangan kerja dan melakukan investasi.
"Salah satu dukungan yang diperlukan adalah kemudahan perizinan, keamanan dan kenyamanan berusaha, stabilitas makro ekonomi dan insentif pajak," ujar Arif melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (17/9/2015).
Pada Kamis (16/9/2015) lalu, PT SGM mendapat kunjungan dari Menteri Perindustrian Saleh Husin. Menteri beserta rombongan diterima Direksi beserta jajarannya. Dalam kunjungan tersebut, selain mendapatkan informasi mengenai perusahaan dan proses produksinya, menteri beserta rombongan juga berkesempatan melihat langsung proses produksi dari mulai proses pencampuran sampai proses pengisian dan pengepakan serta pergudangan.
Sementara, dalam kunjungan tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, produksi susu nasional baru memenuhi 21% dari
total kebutuhan bahan baku produk olahan susu sebanyak 3,8 juta ton per tahun. ?Untuk meningkatkan produksi, pihaknya berharap industri susu terus meningkatkan kerjasama antar Kementerian, Pemerintah Daerah, perusahaan, dan asosiasi-asosiasi.
"Ini dilakukan agar pada masa mendatang kebutuhan susu dapat dicukupi tanpa harus mengimpor,” harapnya.
Menurut Saleh, Indonesia menawarkan peluang yang cukup besar bagi industri pengolahan susu untuk mengembangkan usahanya. Pasalnya, konsumsi susu per kapita di Indonesia masih sangat rendah. Dia mengakui, belum banyak investor yang bergerak di bidang industri pengolahan susu
yang tertarik menanamkan modalnya.
"Indonesia masih dikenal sebagai negara yang sulit mengurus izin usaha. Posisi Indonesia berada di urutan ke 114 dalam masalah perizinan. Ini perlu segera dibenahi," katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Avengers Endgame Encore tayang di Indonesia mulai 25 September 2026 dengan materi tambahan 4 menit serta perubahan visual dan dialog
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan tak langsung datang ke NTT usai gempa M7,7. Ia tak ingin pejabat daerah sibuk menjemput dan fokus warga terganggu.
KPK menggeledah Rektorat Unsoed dan sejumlah rumah tersangka kasus dugaan korupsi PMB jalur Mandiri. Penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik.
DPRD) Klaten menggelar rapat paripurna dengan agenda pemungutan dan penghitungan suara calon Wakil Bupati (Wabup) Klaten sisa masa jabatan 2025-2030
Pemkot Jogja memadukan CKG dengan skrining TB untuk menemukan kasus secara dini, menyasar anak kelompok rentan, kontak erat pasien, dan warga berisiko.