Olah Sampah Jadi Energi, Pekerja GO-SARI Kini Dilindungi BPJamsostek
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Kegiatan kunjungan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Pabrik Sarihusada Kemudo, Kamis (16/9/2015). (JIBI/Harian Jogja/Ist)
Industri susu di Indonesia membutuhkan dukungan dari pemerintah.
Harianjogja.com, JOGJA- Produksi susu nasional baru memenuhi 21% dari total kebutuhan bahan baku produk olahan susu sebanyak 3,8 juta ton per tahun. Untuk meningkatkan produksi, PT. Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) menginvestasikan dananya sebesar Rp200 M untuk pengembangan fasilitas produksi.
Arif Mujahidin , Head of Corporate Affairs Sarihusada mengatakan, dana investasi tersebut masih dibutuhkan untuk investasi lanjutan di tahun mendatang sesuai kebutuhan perusahaan. Pihaknya berharap, pemerintah meneruskan dukungan terhadap perusahaan yang secara konsisten mengembangkan produksi, menciptakan lapangan kerja dan melakukan investasi.
"Salah satu dukungan yang diperlukan adalah kemudahan perizinan, keamanan dan kenyamanan berusaha, stabilitas makro ekonomi dan insentif pajak," ujar Arif melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (17/9/2015).
Pada Kamis (16/9/2015) lalu, PT SGM mendapat kunjungan dari Menteri Perindustrian Saleh Husin. Menteri beserta rombongan diterima Direksi beserta jajarannya. Dalam kunjungan tersebut, selain mendapatkan informasi mengenai perusahaan dan proses produksinya, menteri beserta rombongan juga berkesempatan melihat langsung proses produksi dari mulai proses pencampuran sampai proses pengisian dan pengepakan serta pergudangan.
Sementara, dalam kunjungan tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, produksi susu nasional baru memenuhi 21% dari
total kebutuhan bahan baku produk olahan susu sebanyak 3,8 juta ton per tahun. ?Untuk meningkatkan produksi, pihaknya berharap industri susu terus meningkatkan kerjasama antar Kementerian, Pemerintah Daerah, perusahaan, dan asosiasi-asosiasi.
"Ini dilakukan agar pada masa mendatang kebutuhan susu dapat dicukupi tanpa harus mengimpor,” harapnya.
Menurut Saleh, Indonesia menawarkan peluang yang cukup besar bagi industri pengolahan susu untuk mengembangkan usahanya. Pasalnya, konsumsi susu per kapita di Indonesia masih sangat rendah. Dia mengakui, belum banyak investor yang bergerak di bidang industri pengolahan susu
yang tertarik menanamkan modalnya.
"Indonesia masih dikenal sebagai negara yang sulit mengurus izin usaha. Posisi Indonesia berada di urutan ke 114 dalam masalah perizinan. Ini perlu segera dibenahi," katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Sekitar 350 buruh MTG belum mendapat kepastian PHK, sementara gaji disebut belum dibayar sejak April. DPRD DIY meminta persoalan segera dituntaskan.
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.