SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Transaksi nontunai terus digalakkan oleh Bank Indonesia, kini mereka mengajak pengurus tempat ibadah untuk sosialisasi
Harianjogja.com, JOGJA- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY merangkul komunitas keagamaan untuk memperbanyak implementasi http://solopos.com/2015/11/26/transaksi-nontunai-lebih-aman-bi-galakkan-pembayaran-nontunai-664847" target="_blank">transaksi non tunai (Layanan Keuangan Digital atau LKD) di tengah masyarakat.
Selainhttp://solopos.com/2015/11/18/transaksi-nontunai-setelah-perguruan-tinggi-transaksi-nontunai-merambah-pondok-pesantren-662341" target="_blank"> pondok pesantren, BI juga menyasar pengurus masjid, gereja, vihara, dan lainnya yang memiliki unit usaha.
Kepala Kantor Perwakilan BI DIY, Arief Budi Santoso mengatakan, keterlibatan berbagai komunitas keagamaan diharapkan menjadi 'virus' untuk meningkatkan transaksi uang non tunai.
Dia menilai komunitas keagamaan memiliki pengaruh yang kuat terhadap lingkungan sekitarnya terkait transksi digital dan elektroniksasi pembayaran.
"Kami mencoba mengembangkan layanan transaksi non tunai secara lebih jauh ke sektor informal. Komunitas keagamaan punya daya influence yang besar terhadap lingkungan sekitarnya," kata Arief kepada wartawan di sela-sela Seminar Layanan Pembayaran Non Tunai untuk Komunitas Keagamaan, Rabu (2/12/2015) di kantor BI.
Ditambahkan Arief, BI sebelumnya meluncurkan kawasan non tunai di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman. Di ponpes atau masjid, katanya, terdapat pembayaran zakat, infaq dan sedekah yang dapat menggunakan LKD.
"Dengan LKD, transaksinya lebih akuntabel dan dipertanggungjawabkan. Meski sulit, tapi kami ingin mengubah mindset masyarakat terkait cara pembayaran, dari tunai menjadi non tunai," harap dia.
Menurut Arief, elektronifikasi layanan keuangan masyarakat penting untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat. Selama ini, banyak pihak terutama masyarakat marjinal yang belum tersentuh lembaga keuangan formal.
Dia menyebut, baru sekitar 36% masyarakat Indonesia yang tersentuh layanan bank sedangkan sisanya masih unbanked. Di DIY, lanjut Arief, ada potensi transaksi digital yang cukup besar untuk dikembangkan.
"Tumbuhnya transaksi uang non tunai tidak otomatis menghilangkan jumlah uang tunai yang beredar. Pertumbuhan ekonomi suatu daerah tetap membutuhkan uang tunai," jelas Arief.
Dia menyebutkan, digitalisasi dan elektronifikasi layanan pembayaran non tunai memerlukan kerjasama dan dukungan dari semua sektor, termasuk pemerintah daerah, kampus, dan komunitas masyarakat. ?Kalau ini terjadi, bisa mendorong efiensi transaksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.