Resmi! Standar B50 Berlaku Juli 2026, Ini Aturan Lengkapnya
Pemerintah tetapkan standar baru biodiesel B50 mulai Juli 2026. Simak aturan, syarat, dan sanksinya..
Pertemuan akbar industri pengelolaan investasi di The Alana Hotel, Sleman, Jumat (20/4/2018)./Harian Jogja-Wisnu Wardhana
Harianjogja.com, SLEMAN-Pertumbuhan reksa dana dalam dua tahun terakhir mencapai 40%-50%. Untuk tahun ini ditargetkan investor reksa dana bisa tumbuh 50%.
Hal itu diungkapkan Asri Natanegeri, Presidium Perkumpulan Pelaku Industri Reksa Dana dan Investasi Indonesia (Dewan APRDI) kepada wartawan di The Alana Hotel, (20/4/2018). Selama dua hari APRDI menyelenggarakan pertemuan akbar di DIY yaitu tanggal 20-21 April 2018. Pertemuan ini bertujuan membahas langkah-langkah strategis dalam mempercepat pertumbuhan industri secara sehat dan efisien.
Asri mengatakan, sejak 2015 pertumbuhan investor reksa dana memang sangat tinggi. Dari 248.000 investor pada 2015, maka pada 2017 sudah mencapai 619.000 investor atau tumbuh 40%-50%. “Untuk tahun ini kami menargetkan jumlah investor bisa tumbuh menjadi 900.000-1.000.000,” katanya, Jumat.
Jumlah ini, katanya, termasuk kecil karena di Indonesia, berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ada 4,7 juta nasabah di Indonesia yang memiliki simpanan di atas Rp100 juta dengan jumlah total simpanan lebih dari Rp4.600 triliun. Sementara, investasi untuk reksa dana baru sekitar 10% dari total penetrasi simpanan. Sementara investor reksa dana baru 13% dari nasabah deposito.
Hingga Februari 2018, dana masyarakat yang dikelola sudah mencapai Rp728,7 triliun yang terbagi dalam 2.305 pilihan reksa dana dan produk investasi lainnya.
Agar jumlah investor bisa meningkat, menurut Ketua Dewan APRDI Prihatmo Hari Mulyanto perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi tentang reksa dana. Pertemuan akbar yang dihadiri Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), Asosiasi Bank Agen Penjual Efek Reksa Dana Indonesia (ABAPERDI), Asosiasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI), dan Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia (PWMII) ini diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan untuk bisa meningkatkan investor di reksa dana.
Sosialisasi dan edukasi ini diperlukan karena sebetulnya untuk berinvestasi di reksa dana itu cukup mudah dan nilianya juga tidak tinggi. Hanya dengan Rp100.000 sebetulnya sudah bisa berinvestasi di reksa dana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah tetapkan standar baru biodiesel B50 mulai Juli 2026. Simak aturan, syarat, dan sanksinya..
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.
Pemerintah resmi terapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Pakar ITB sebut aman untuk mesin diesel, emisi lebih rendah.