Investasi Alat Kesehatan Bakal Capai Rp5,7 Triliun hingga 2024
Investasi baru hingga 2024 itu nantinya tidak hanya datang dari produk terkait Covid-19, melainkan banyak diferensiasi produk sesuai kebutuhan yang ada.
Menteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018)./Antara-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA—Melalui akun Instagram pribadinya @smindrawati, Menteri Keuangan Sri Mulyani menceritakan tentang pertemuannya dengan para pendiri Traveloka.
Sri Mulyani mengemukakan dalam pertemuan tersebut, dirinya mendapat cerita yang lengkap tentang asal mulanya Traveloka dibangun pada enam tahun lalu. "Kesempatan baik ini kami gunakan untuk mendengar, memahami, dan bahkan bertanya mengenai karakter, dan tantangan bisnis dan pelaku bisnis Indonesia dalam menghadapi persaingan dan upaya mengembangkan usaha tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah global," katanya dikutip, Jumat (18/5).
Sri Mulyani mengemukakan pemerintah akan terus mendukung industri berbasis kreatif dan berbasis teknologi informasi yang dapat menjadi penggerak ekonomi bangsa. Dirinya menilai Traveloka yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 2.000 orang kini sudah mampu menjadi unicorn pelaku bisnis digital yang berkembang pesat.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyatakan kebanggaannya karena Traveloka mampu menjadi wakil bangsa di level Internasional. Tak hanya itu, Sri Mulyani juga mengemukakan dalam era teknologi yang semakin maju, pemerintah dapat belajar dan menggunakan teknologi untuk memperbaiki kualitas belanja pemerintah. Salah satunya dalam poin perjalanan dinas yang hingga saat ini masih tercatat menjadi salah satu belanja pemerintah yang cukup besar.
Dirinya mengharapkan perusahaan sejenis Traveloka dapat meneliti mengenai pola dan besaran perjalanan dinas pemerintah, dan memberikan masukan serta solusi agar pemerintah dapat lebih efisien dan akuntabel dalam mengelola belanja perjalanan dinas ini.
"Saya percaya dengan terus belajar, mendengarkan dan berinteraksi dengan pelaku ekonomi kreatif digital pemerintah dapat memperbaiki serta berinovasi agar tata kelola dan kinerja yang lebih bersih, efisien, profesional, dan melayani," ujar Sri Mulyani.
Pada akhir unggahannya, Sri Mulyani juga menyampaikan Traveloka bukan satu-satunya perusahaan berbasis teknologi digital yang pernah diundang Kementerian Keuangan. Langkah ini, menurutnya agar setiap kebijakan pemerintah mampu beriringan dengan perkembangan zaman yang ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Investasi baru hingga 2024 itu nantinya tidak hanya datang dari produk terkait Covid-19, melainkan banyak diferensiasi produk sesuai kebutuhan yang ada.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.