Biodiesel B40 Mulai Dijual di Pasaran secara Bertahap
PT Pertamina Patra Niaga mulai melakukan penyaluran bahan bakar nabati campuran solar dengan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) 40% atau biodiesel B40.
Ilustrasi jaringan PLN/Bisnis-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mangusulkan subsidi listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (RAPBN) 2019 berada pada kisaran Rp53,96 triliun-Rp58,89 triliun. Nominal ini naik dari target tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp52,66 triliun.
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan besaran subsidi yang diusulkan tersebut didasarkan pada asumsi harga minyak Indonesia (Indonesian crude price/ICP) sebesar US$60-US$70 per barel. Dalam APBN 2018 asumsi ICP ditetapkan sebesar US$48 per barel. Kendati konsumsi BBM pada pembangkit makin kecil, adanya perubahan asumsi kurs menjadi Rp14.000 per dolar AS cukup mempengaruhi.
“Walaupun memang konsumsinya rendah [BBM] tetapi asumsi kurs Rp14.000 jadi ada kenaikan 3 persen-4 persen kurs dibandingkan di APBN 2018,” ujar Jonan dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (5/6/2018).
Selain itu, asumsi subsidi listrik juga didasarkan pada asumsi pertumbuhan ekonomi yang tahun depan diperkirakan hanya mencapai 5,4%-5,8%.
Beberapa asumsi dasar parameter subsidi listrik, seperti pertumbuhan penjualan listrik tahun depan diproyeksikan sebesar 6,97% atau turun dari target tahun ini sebesar 8,36%. Lalu penjualan listrik nasional ditargetkan sebesar 247,30 TWh atau turun dari target tahun ini, yaitu 250,55 TWh.
Kemudian susut jaringan ditargetkan sebesar 9,40% dari target tahun lalu yang ditetapkan sebesar 9,34%.
“Ini [susut jaringan] merupakan tantangan besar untuk melakukan perawatan dan efisiensi dari teknologi di jaringan transmisi dan distribusi,” kata Jonan.
Persentase BBM dalam bauran energi juga terus ditekan menjadi 4,03% dari target sebelumnya sebesar 4,50%. Adapun untuk rasio elektrifikasi di 2019 ditargetkan dapat mencapai 99,9%
Sementara itu, Direktur Keuangan PT PLN (Persero) Sarwono Sudarto mengakui tren kenaikan ICP dan pelemahan rupiah menyebabkan biaya produksi listrik meningkat. Namun demikian, dia mengatakan kenaikan biaya produksi tersebut tak sampai mengganggu kinerja keuangan PLN.
“Mesti ada kenaikan tapi masih undercontrol kami dengan melakukan penghematan lain. Naiknya masih terkendali karena kalau biaya ini naik, kami hemat yang lain,” kata Sarwono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
PT Pertamina Patra Niaga mulai melakukan penyaluran bahan bakar nabati campuran solar dengan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) 40% atau biodiesel B40.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.