Cadangan Devisa Stabil, Ketahanan Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
Pesawat Garuda Indonesia mempersiapkan keberangkatan di apron Termial 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten Selasa (13/2/2018). (Bisnis/Felix Jody Kinarwan)).
Harianjogja.com, JAKARTA—Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/Inaca) mengapresiasi langkah pemerintah yang bersedia menaikkan Tarif Batas Bawah (TBB) sebesar 5% atau menjadi 35% dari Tarif Batas Atas (TBA). Namun, Inaca berharap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mempertimbangkan untuk kembali menaikkan TBB.
Ketua Umum Inaca Pahala N. Mansury mengatakan sejumlah komponen biaya operasional meningkat signifikan sepanjang 2018. "Penaikan ini tetap kami syukuri. Mudah-mudahan tetap ada kelanjutannya nanti," katanya, Selasa (28/8/2018).
Pahala menambahkan paling tidak penaikan TBB tersebut sudah bisa memberikan perbaikan terhadap pendapatan maskapai. Setiap maskapai pasti memiliki pendapat masing-masing terkait dengan persentase penaikan tersebut.
Pihaknya menilai penaikan TBB sebesar 10% tetap merupakan yang ideal terhadap kondisi industri penerbangan saat ini. Hal tersebut memperhatikan kenaikan harga avtur dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Kendati demikian, Inaca belum mendapatkan informasi terkait dengan pemberlakukan penaikan TBB tersebut.
"Sementara penaikannya segini dulu. Kami sudah sampaikan sebelumnya kepada Kemenhub, yang penting ada kenaikan TBB dulu," ujarnya.
Penyesuaian tarif tersebut dinilai bisa berpengaruh terhadap kelangsungan industri penerbangan. Biaya yang tinggi ditambah dengan potensi kenaikan jumlah penumpang membuat maskapai harus putar otak agar masih bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jasa.
Pahala menilai penaikan TBB tidak akan mempengaruhi daya beli penumpang. Hal tersebut melihat laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang masih positif.
"Bahkan, kalau dicermati, tarif tiket pesawat dengan rute yang sama justru mengalami penurunan hingga 10% dibandingkan dengan tahun lalu. Terlebih, tingkat persaingan di industri penerbangan juga tinggi," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.