Jelang Iduladha, Harga Daging Sapi di Jogja Tetap Stabil

Jelang Iduladha, Harga Daging Sapi di Jogja Tetap StabilIlustrasi daging merah - Reuters
23 Agustus 2018 06:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang Iduladha, harga daging sapi cenderung stabil dan terkendali. Komoditas ini terpantau dengan harga rerata Rp120.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan di Pasar Beringharjo, harga daging sapi masih sama dan tidak banyak berubah. Harga daging sapi di kios milik Luginem, dipatok dengan harga Rp120.000 untuk kualitas paling baik. “Harganya [daging sapi] masih sama, Rp120.000 per kilogram,” ujarnya, Rabu (22/8).

Beberapa hari menjelang Iduladha, pemantauan harga daging sapi di pasaran juga dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY. Pemantauan dilakukan ke pasar hewan dan pasar tradisional di seluruh DIY pada 9-15 Agustus 2018.

“Tujuannya antara lain untuk mengetahui kondisi perkembangan harga dan pasokan terkini khususnya daging sapi menjelang Iduladha,” ujar Anggota TPID DIY Probo Sukesi.

Pemantauan dilakukan jauh hari menjelang Lebaran Haji, jika terdapat hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah, dapat segera ditindaklanjuti. Hal ini, kata Probo, tidak terlepas dari cukup besarnya pengaruh inflasi daging sapi terhadap inflasi volatile food.

Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY ini juga memaparkan berdasarkan pemantauan yang dilakukan, harga daging sapi relatif terkendali dengan kondisi pasokan yang mencukupi. Rata-rata harga daging sapi di pasaran dijual dengan harga Rp115.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

“Hal ini sejalan dengan hasil survei Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang menunjukkan tingkat harga sebesar Rp117.500 per kilogram. Namun demikian, peningkatan harga sapi hidup hampir terjadi di seluruh wilayah DIY dengan peningkatan hingga 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan harga rata-rata saat ini sebesar Rp19juta hingga Rp21juta,” jelas Probo.

Probo menjelaskan kenaikan harga pada hewan ternak dipengaruhi oleh peningkatan biaya perawatan hewan. Antara lain biaya pakan dan kesehatan. Sebagian besar kebutuhan hewan ternak yang ada di DIY berasal dari wilayah Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo serta beberapa wilayah sekitar seperti Kebumen.

Sementara itu, jenis sapi ternak yang diperjualbelikan antara lain yaitu jenis Brahma, Limousin, Peranakan Ongole (PO) serta Simental. Dalam menghadapi Hari Raya Iduladha, Pemerintah Daerah di DIY memiliki beberapa program khusus untuk menjaga kestabilan harga dan kesehatan hewan ternak.

“Antara lain memantau harga secara berkala agar tidak terjadi mark up harga berlebihan oleh pedagang hewan kurban, memeriksa kesehatan hewan kurban serta memantau pemotongan hewan dengan menurunkan sejumlah personel,” imbuh Probo.