BNPB Terbitkan 8 Langkah Hadapi Musim Hujan 2026/2027
BNPB menerbitkan delapan langkah kesiapsiagaan bagi pemda untuk mengantisipasi banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi pada musim hujan 2026/2027.
Grha Unilever/Ist-Unilever
Harianjogja.com, JAKARTA-Tak disangka PT Sariwangi Agricultural Estate Agency dinyatakan pailit oleh PN Niaga Jakarta Pusat.
Di saat bersamaan dengan pailitnya Sariwangi, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) anjlok. Unilever merupakan pemegang brand teh Sariwangi.
Pantauan Okezone, Kamis (18/10/2018), pada perdagangan sesi I, saham Unilever Indonesia turun 500 poin atau 1,11% ke level Rp44.500.
Saham berkode UNVR ini dibuka pada level Rp45.000, dengan level tertingginya Rp45.000 dan terendahnya Rp44.500. Saat ini kapitalisasi pasar UNVR mencapai Rp324,6 triliun.
Sebelumnya, Unilever Indonesia selaku pemegang brand Sariwangi menegaskan bahwa teh tersebut tetap ada.
"Unilever tetap memproduksi SariWangi, sehingga masyarakat Indonesia tetap bisa menikmati teh SariWangi," demikian seperti dikutip dari akun Facebook Unilever.
Sariwangi merupakan merek lokal Indonesia yang diperkenalkan pada tahun 1973 dalam format teh celup – suatu cara modern untuk minum teh yang berbeda dengan teh tubruk. SariWangi hadir sebagai merek teh celup yang berkomitmen untuk menginspirasi keluarga Indonesia untuk terus menjaga kebersamaan dan kehangatan keluarga melalui komunikasi yang efektif.
Seperti yang diberitakan Okezone, Hasil putusan perdamaian atau homologasi dari PT Bank ICBC Indonesia terhadap PT Sariwangi Agricultural Estate Agency, dan PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung dibatalkan. Alhasil, kedua perusahaan tersebut dinyatakan pailit.
Menurut Kuasa hukum ICBC Swandy Halim dari Kantor Hukum Swandy Halim & Partners, awalnya terjadi penundaan kewajiban dalam membayar utang antara Sariwangi dan Indorub.
"Kemudian mereka membuat proposal perdamaian dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada September 2015 lalu," ujarnya kepada Okezone.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
BNPB menerbitkan delapan langkah kesiapsiagaan bagi pemda untuk mengantisipasi banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi pada musim hujan 2026/2027.
Pemprov Jawa Tengah mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dari 60.680 ASN dan pegawai BUMD hingga meraih penghargaan MURI.
BPS mencatat inflasi tahunan Oktober 2026 sebesar 3,23%. Cabai rawit, beras, bensin, dan tarif pesawat menjadi penyumbang inflasi.
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.
Pemuda Kulon Progo menyoroti kenaikan biaya hidup, sulitnya mencari kerja, hingga pajak pembalut yang dinilai menambah beban perempuan.
Pemkot Jogja mendampingi 17 Koperasi Merah Putih. KKMP Gunungketur mencatat omzet Rp137,75 juta dari usaha batik pada 2025.