7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Pekerja melakukan pengecoran produk aluminium di pabrik milik Hyamn Group, di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (25/4/2018)./JIBI-Endang Muchtar
Harianjogja.com, JAKARTA-Bea masuk antidumping dan antisubsidi pada produk lembaran aluminium paduan dari Tiongkok akan dinaikkan oleh Departemen Perdagangan AS dari 96,3% menjadi 176,2%.
Keputusan ini pertama kalinya dikeluarkan sejak 1985 oleh Pemerintah AS. Peraturan yang ditetapkan Presiden AS Dolald Trump menjanjikan pendekatan yang lebih agresif untuk menegakkan perdagangan negara tersebut. Alhasil, Departemen Perdagangan meluncurkan lebih banyak antidumping dan antisubsidi terhadap industri swasta.
"Kami akan terus melakukan segala daya kami di bawah undang-undang AS untuk membatasi aliran barang yang dibuang atau disubsidi ke pasar AS," kata Menteri Perdagangan Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuter, Kamis (8/11/2018).
Departemen Perdagangan AS menyebut pada 2017, impor lembaran aluminium paduan umum dari Tiongkok diperkirakan bernilai U$900 juta. Produk alumunium jenis linting datar atau flat-rolled biasanya digunakan sebagai bahan baku transportasi, bangunan dan konstruksi, infrastruktur, aplikasi listrik dan kelautan.
Perusahaan-perusahaan industri aluminium AS termasuk Aleris Corp, Arconic Inc, Constellium NV, Jupiter Aluminium Corp, JW Aluminium Company dan Novelis Corp sempat mengeluhkan harga jual rendah dan impor yang melimpah dari Tiongkok pada Desember 2017.
Perusahaan-perusahaan itu mengatakan volume impor produk lembaran aluminium telah meningkat hampir 750% selama dekade terakhir dan lebih dari 91% antara tahun 2014 dan 2017. Hal ini menghasilkan peningkatan pangsa pasar yang signifikan terhadap impor Tiongkok dengan biaya langsung dari industri AS.
Heidi Brock, Presiden dan CEO Asosiasi Aluminium berbasis di Virginia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa badan dan anggotanya “sangat senang” dengan keputusan itu.
Wen Xianjun, wakil presiden Asosiasi Industri Logam Nonferrous Tiongkok, yang departemennya memimpin negosiasi antidumpingaluminium dengan Amerika Serikat, mengatakan pengurangan tugas akhir AS membuat ekspor lembaran paduan umum ke negara itu tidak mungkin.
Asosiasi tersebut menempatkan pertahanan hukum tanpa cedera dalam upaya untuk membatalkan tugas.
“Kami pikir kami tidak membahayakan Amerika Serikat. Kami hanya menunggu USITC untuk menilai, ”kata Wen.
Ekspor aluminium Tiongkok ke AS turun 3,6% dari September menjadi 482.000 ton pada Oktober, terendah sejak Mei.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.