Lays dan Cheetos Tak Lagi Dijual di Indonesia, Indofood Sorongkan Chitato dan Qtela
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. akan memperkuat lini bisnis makanan ringan menyusul moratorium merek dagang milik PepsiCo Inc. dan afiliasinya di Indonesia.
CENTRAL BANKING FORUM 2018 President and CEO The Federal Reserve Bank of New York John Williams memaparkan materi saat acara Central Banking Forum 2018 di Nusa Dua Bali, Rabu (10/10). Acara tersebut membahas tentang kondisi perbankan saat ini juga isu-isu global mengenai pebankan/.JIBI/Bisnis/Abdullah Azzam
Harianjogja.com, JAKARTA — Bank Sentral AS (Federal Reserve) telah mengumumkan dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan lalu, bahwa pengetatan moneter secara gradual akan terus dilanjutkan ditopang oleh kuatnya perekonomian AS. Hal itu pun dipercaya bisa membuat The Fed semakin tidak populer di mata pejabat politik di Negeri Paman Sam.
Pasalnya, baik Partai Demokrat maupun Partai Republik akan menambah pengeluaran pada tahun depan sambil mempersiapkan diri untuk mengambil alih kekuasaan di Gedung Putih dan pos pemerintahan lainnya pada Pemilu AS 2020.
Kenaikan suku bunga lebih lanjut dari The Fed pun dikhawatirkan dapat menghambat tujuan-tujuan dari program yang diusung kedua partai tersebut.
“Dari sisi DPR AS, pasti akan muncul kritik. Mereka [Partai Demokrat] akan mengatakan dengan jelas, mengapa terburu-buru [menaikkan suku bunga]? Sementara dari sisi Republikan, pertanyaannya akan menjadi, kalau kami mengeluarkan stimulus, apa kalian [The Fed] akan menghambat [manfaatnya]?” kata Edward Al-Hussainy, analis senior untuk Suku Bunga dan Mata Uang di Columbia Threadneedle Investments, seperti dikutip Bloomberg, Minggu (11/11).
Adapun, Partai Demokrat yang memenangkan kekuasaan di DPR AS lewat Pemilu Sela 2018 dilaporkan akan mendorong anggaran infrastruktur dan mendistribusikan keuntungan bagi pekerja di tengah-tengah kuatnya pasar pekerja AS saat ini.
Di samping itu, Partai Republik juga memiliki seperangkat kebijakan yang ingin mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi lewat program pemangkasan pajak, deregulasi, dan pengeluaran pertahanan.
Kedua partai tersebut perlu menjaga kepercayaan investasi publik yang berinvestasi di The Fed untuk menopang keberhasilan kebijakannya.
Tanpa kebijakan moneter yang dapat mendukung perekonomian—serta dapat menjaga inflasi, dikhawatirkan program pemerintah tersebut tidak dapat memberikan hasil seperti yang diinginkan.
“Penghematan akan menjadi ‘senjata’ semua pihak dalam waktu-waktu mendatang,” kata Loi Crandall, Kepala Ekonom di Wrighston ICAP sambil menambahkan bahwa Demokrat dan Republik akan mendorong AS menuju puncak indisipliner fiskal dalam beberapa tahun ke depan.
Selanjutnya, di tengah-tengah dilema itu, Gubernur The Fed Jerome Powell yang belakangan ini mendapat banyak keluhan dari Presiden AS Donald Trump karena terus menaikkan suku bunga pun akan menjadi lebih sering melapor kepada kongres. (Bloomberg/Dwi Nicken Tari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. akan memperkuat lini bisnis makanan ringan menyusul moratorium merek dagang milik PepsiCo Inc. dan afiliasinya di Indonesia.
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.