Zelenskyy Tuding Rusia Akan Datangkan 30.000 Tentara Korea Utara
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Ilustrasi jagung/Ist-Corn Refiners Association
Harianjogja.com, JAKARTA- Pengamat sekaligus Guru Besar Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas menilai langkah Kementerian Pertanian meminjam jagung dari dua perusahaan pakan ternak kurang tepat.
Menurutnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Minggu (18/11/2018), langkah Kementerian Pertanian (Kementan) memilih meminjam jagung dari dua perusahaan pakan ternak besar (feedmill), yaitu Charoen Pokphand, dan Japfa, sebanyak 10 ribu ton, dinilai kurang pas dilakukan. Saat ini, kata dia, harga jagung bahkan ada yang mencapai Rp6.000 per kilogram dan sangat memberatkan peternak.
"Bulog kan disuruh pemerintah impor jagung 100.000 ton. Nah ini kebutuhan bukan sebulan dua bila lagi. Tapi saat ini juga. Akhirnya terpaksa pinjam sana sini termasuk ke swasta," tuturnya.
Ia menjelaskan volume 10.000 ton pun sebenarnya bukan jumlah yang besar. Pasalnya, 10.000 ton setara dengan produksi satu hektare jagung.
Jika jumlah ini saja dilakukan dengan meminjam, maka klaim surplus jutaan ton bisa menjadi pertanyaan publik.
Ia memprediksi sedikitnya stok jagung akan terjadi sampai Februari 2019 mendatang.
Lanjut dia, impor gandum untuk pakan dibatasi juga oleh Kementan, bisa menjadi kendala lain.
Ihwal peminjaman ini sendiri dikatakan oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak (Dirbitpro) Kementan, Sugiono.
Ia mengungkapkan pinjaman masing-masing sebanyak 5.000 ton kepada tiap feedmill tersebut dikarenakan memang sudah ada kekurangan jagung di lapangan. Sementara itu, impor jagung yang direkomendasikan Kementan membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai ke Tanah Air.
"Ini kan tetap ayam kudu makan jagung, nggak bisa menunggu. Jadi, kita meminjam dulu. Di lapangan memang tidak mencukupi jadi melakukan peminjaman dulu ya," ungkapnya.
Nantinya pinjaman dari kedua feedmill tersebut akan diserakan kepada Bulog. Badan logistik tersebutlah yang nantinya akan menyalurkan jagung-jagung tersebut kepada para peternak yang membutuhkan jagung dengan harga Rp4.000 per kilogram.
Pinjaman tersebut pun akan segera dikembalikan ketika impor jagung sebanyak 100.000 ton tiba.
"Tapi ini khusus untuk peternak kecil, peternak mandiri, yang UMKM itu," imbuhnya lagi.
Sugiono menyebutkan sebenarnya bukan hanya kepada Charoen Pokphand dan Japfa pihaknya meminta bantuan. Semua feedmill sudah diminta dan memang sebelumnya juga sudah melakukan CSR untuk membagikan jagung kepada peternak mandiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Kaspersky mengingatkan pentingnya melakukan putus digital setelah hubungan berakhir. Simak langkah-langkah melindungi akun, data pribadi, dan privasi dari akses
Timnas Indonesia vs Kamboja: Kemenangan bawa Garuda naik ke peringkat 117 FIFA dan jaga asa lolos semifinal Piala AFF 2026.
Xiaomi rilis update keamanan Juli 2026 untuk 58 perangkat. Cek daftar HP yang kebagian update dan segera pasang untuk perlindungan data Anda!
UAD membuka lowongan kerja dosen tetap dan tenaga kependidikan 2026. Tersedia 19 formasi di Fakultas Hukum, Kedokteran, administrasi, dan sistem administrator.
Kraton Yogyakarta mendorong museum bertransformasi menjadi ruang belajar yang interaktif dan inklusif bagi anak-anak melalui penyelenggaraan Gya!Dolan Sesarenga