Top Ten News Harianjogja.com Edisi Senin 21 September 2026
Top Ten News Harianjogja.com Senin 21 September 2026 membahas MBG, kesehatan, sampah, pupuk, harga emas, olahraga hingga KAI.
Sri Sultan Hamengku Buwono X./Harian Jogja-Desi SUryanto
Harianjogja.com, JOGJA - Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan DIY memberikan tawaran kerjasama terkait skema pembiayaan kredit mikro kepada para pedagang kecil. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X berharap kredit itu diarahkan untuk kemandirian desa.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menjelaskan, Kementerian Keuangan memberikan tawaran program yang bisa dikerjasamakan dengan Pemda DIY terkait kredit mikro. HB X berharap kredit itu bisa diarahkan pada kemandirian desa. Sehingga banyak program yang bisa didukung kredit mikro tersebut, karena tidak memungkinkan lagi memberikan kredit kepada masyarakat di desa dengan cara bergulir.
Kredit mikro ini bisa dimanfaatkan oleh warga desa misalnya dengan membuat makanan tradisional kemudian dititipkan ke warung di kampungnya. Hanya saja tidak mudah untuk memberikan kredit mikro kepada masyarakat kecil untuk membuka usaha di tengah ketatnya persaingan dagang, dimana produk industri juga masuk ke warung kecil.
"Sekarang itu masalahnya jalan ke desa itu makin bagus. Sehingga kita memberikan kredit mikro maupun bergulir, bikin makanan tradisional tetapi produk industri Chiki Sarimie juga masuk warung, podo, anake sing dipilih Chiki Sarimi bukan gaweane [makanan tradisional buatan] ibune," ucapnya seusai menerima kunjungan Pejabat Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan DIY di Kepatihan, Rabu (5/12/2018).
Oleh karena itu, lanjut Sultan, kebijakan harus dibuat berbeda. Sehingga kredit murah dengan hanya 2% per tahun harus diarahkan pada pengembangan desa atau pembangunan kawasan bukan pada individu lagi. Menurutnya DIY sudah mulai melakukan seperti pengembangan kawasan Nglanggeran Patuk Gunungkidul yang rumah penduduk diperbaiki agar bisa menjadi homestay.
"Seperti Gedangsari dikasih flying fox sehingga wisatawan datang, mungkin yang di Niten bisa nggak kelompok itu membiayai gantole atau apa, sehingga pengembangan jelas," katanya.
HB X mengatakan konsep pengembangan ekonomi pedesaan harus jelas. Sehingga tidak hanya sekedar mengandalkan warung atau makanan tradisional saja karena tantangan persaingan dengan industri semakin berat. "Soale nek berkompetisi di warung dan industri itu nggak mungkin," katanya.
Kepala Kantor Wilayah DIY Dirjen Perbendaharaan DIY Heru Pudyo Nugroho mengatakan pihaknya telah menginisiasi skema baru pembiayaan untuk UMKM yang dikenal dengan ultra mikro kredit (UMI). Program itu untuk melayani pelaku usaha level mikro yang kesulitan mengakses perbankan.
"Kami sudah matur ke Pak Gubernur kalau Pemda DIY memiliki program serupa bisa dikerjasamakan dengan UMI, sehingga banyak pelaku usaha mikro yang bisa dijangkau," ucapnya.
Program itu untuk mengurangi jumlah pelaku usaha mikro yang terjerat rentenir. Sehingga pemerintah hadir dengan pembiayaan murah dengan buka maksimal sekitar 6% per tahun dengan plafon antara Rp2 juta sampai Rp10 juta. Pihaknya menggandeng beberapablembaga penyalur salah satunya pegadaian. Syaratnya dinilai mudah hanya butuh KTP dan surat izin usaha UMKM. "Ada juga yang secara berkelompok, tidak hanya diberi akses modal namun juga pendampingan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Harianjogja.com Senin 21 September 2026 membahas MBG, kesehatan, sampah, pupuk, harga emas, olahraga hingga KAI.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Kebakaran lahan terjadi di Puncak Setampol Torean Gunung Rinjani. Tim TNGR bergerak memadamkan api dan menilai luas area terdampak.