Terlibat Kasus Haji Ilegal, 24 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi
Sebanyak 24 WNI masih menjalani proses hukum kasus haji ilegal di Arab Saudi. KJRI Jeddah memastikan pendampingan kekonsuleran terus diberikan.
Nasabah melakukan penyelesaian administrasi gadai barang di kantor Pegadaian./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JAKARTA–PT Pegadaian (Persero) meluncurkan tiga produk sekaligus, yaitu Gadai on Demand (GoD), Branch Transformation Office dan Rahn Tasjily Tanah. Ketiga produk ini digadang-gadang sebagai bentuk inovasi dan pengembangan pelayanan untuk masyarakat.
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto menjelaskan ketiga produk tersebut merupakan wujud inovasi produk dan pengembangan sistem layanan secara digital dari perseroan. GoD merupakan layanan untuk menggadaikan perhiasan atau barang berharga lainnya dengan sistem penjemputan. Pegadaian bekerja sama dengan perusahaan berbasis digital di sektor transportasi on demand dalam mengembangkan layanan tersebut.
Lalu, Rahn Tasjily Tanah merupakan produk dari Pegadaian Syariah dengan jaminan berupa sertifikat tanah atau bukti kepemilikan tanah. Menurut Kuswiyoto, produk yang ditujukkan untuk pengusaha mikro dan petani tersebut memiliki pinjaman mulai dari Rp1 juta hingga Rp200 juta.
Sedangkan Branch Transformation Office merupakan peluncuran standardisasi outlet dari berbagai sisi. Dari sisi penjualan, layanan ini akan meningkatkan sistem kerja seperti penetapan sales model, penetapan standar penjualan di cabang, dan sebagai customer relationship management yang terintegrasi.
Layanan tersebut dinilai akan meningkatkan sistem perusahaan seperti redesign branch choreography, penggunaan aplikasi erica pada transaksi cabang, dan reengineering proses bisnis yang mendukung transaksi nontunai. "Kami menyadari nasabah semakin ingin dilayani dengan cepat, aman, dan nyaman dengan menggunakan teknologi digital. Oleh karena itu, hari ini kami meluncurkan tiga produk layanan untuk mempermudah nasabah menggunakan fasilitas dari Pegadaian," ujar Kuswiyoto di acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-118 Pegadaian di Jakarta, Minggu (28/4) dalam keterangan resmi.
Ketiga produk tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah nasabah, sehingga target nasabah 12 juta orang pada 2019 dapat tercapai. Pada 2018 Pegadaian membukukan dividen senilai Rp1,005 triliun dan menyetorkan pajak sebesar Rp1,441 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Sebanyak 24 WNI masih menjalani proses hukum kasus haji ilegal di Arab Saudi. KJRI Jeddah memastikan pendampingan kekonsuleran terus diberikan.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.