Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tembus 8.126 di 21 November 2021
Dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 239.180 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 3.602 kasus.
Kantor Bank Indonesia./Ilustrasi-Bisnis
Harianjogja.com, JAKARTA--Pada akhir kuartal I /2019, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat tumbuh 7,9% menjadi US$387,6 miliar.
Struktur ULN ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$190,5 miliar, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar US$197,1 miliar.
Direktur Eksekutif Department Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan pertumbuhan ULN ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya dipicu oleh transaksi penarikan neto ULN dan pengaruh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
"Akibatnya utang dalam rupiah tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS," ujar Onny, Jumat (17/05/2019).
Dia menambahkan peningkatan pertumbuhan ULN terutama bersumber dari ULN sektor swasta, di tengah relatif stabilnya pertumbuhan ULN pemerintah.
Alhasil, BI melihat pertumbuhan ULN pemerintah relatif stabil pada kuartal I/2019.
Hingga akhir kuartal I/2019, ULN pemerintah tercatat US$187,7 miliar atau tumbuh 3,6% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 3,3% (yoy).
Menurur Onny, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan arus masuk dana investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan penurunan outstanding SBN dalam valuta asing sejalan dengan pelunasan global bonds yang jatuh tempo pada bulan Maret 2019.
"Hal ini menunjukkan kepercayaan investor asing yang tinggi terhadap prospek perekonomian Indonesia."
Sejauh ini, pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (18,8% dari total ULN pemerintah), sektor konstruksi (16,3%), sektor jasa pendidikan (15,7%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,1%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (14,4%).
Sementara itu, ULN swasta pada kuartal I /2019 mengalami peningkatan.
Posisi ULN swasta pada akhir kuartal I/ 2019 tumbuh 12,8% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 11,3% (yoy).
ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 75,2%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 239.180 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 3.602 kasus.
Pemda DIY menjamin perlindungan 11 bayi yang dievakuasi dari day care ilegal di Sleman, termasuk biaya pengobatan dan pemulihan kesehatan.
Prabowo Subianto menyoroti eksportir sawit dan batu bara yang menyimpan devisa hasil ekspor di luar negeri, bukan di Indonesia.
Kejagung dalami dugaan jual beli LHP Ombudsman RI yang menyeret Ketua Ombudsman nonaktif Hery Susanto dalam kasus suap.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.