Advertisement

Petani Cabai di Sleman Menangis

Kamis, 03 Januari 2013 - 20:31 WIB
Laila Rochmatin
Petani Cabai di Sleman Menangis

Advertisement

[caption id="attachment_364382" align="alignleft" width="232"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/03/petani-cabai-di-sleman-menangis-364380/gan-030113-sleman-petani-cabai-sleman-merugi-2-2" rel="attachment wp-att-364382">http://images.harianjogja.com/2013/01/GAN-030113-SLEMAN-Petani-cabai-sleman-merugi-21-232x310.jpg" alt="" width="232" height="310" /> Wardianto, petani cabai di Keten, Selerejo, Sleman, menunjukkan cabai kriting busuk karena tidak diambil pengepul, Kamis (3/1/2013. Harga cabai d itangan pengepul seharga Rp5.000 per kilogram.JIBI/Harian Jogja/Garth Antaqona[/caption]

SLEMAN -- Petani di Sleman kecewa dengan harga cabai yang anjlok. Saat ini harga cabai keriting mencapai Rp5.000 per kilogram dari harga ideal Rp10.000. Petani mengaku rugi dengan harga tersebut.

Advertisement

Pada musim penghujan ini petani memang ramai-ramai memanen cabai agar tidak busuk terkena air. Wardianto, petani cabai di Desa Keten, Selorejo, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, mengungkapkan ia terpaksa menjual seluruh panen cabai kriting perdananya dengan harga Rp5.000 per kilogram ke tangan pengepul. Padahal menurutnya harga ideal cabai kriting mencapai Rp 10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

“Harga jual cabai kali ini sangat buruk. Kami bahkan tidak mendapatkan untung sama sekali. Keringat ketika mencangkul, memupuk harus dibayar dengan kekecewaan,” ungkap Wardianto, Kamis (3/1/2013).

Hal serupa turut dialami Wastin. Menurutnya, harga jual cabai kali ini terburuk semenjak tiga tahun terakhir. Waktu panen sebelumnya, harga jual cabai bisa dinego hingga Rp10.000 per kilogram di tangan pengepul. Sedangkan saat ini dijual Rp5.000 per kilogram.

Harga yang anjlok dipicu terlalu banyaknya petani yang memanen cabai di saat bersamaan sehingga membuat produk melimpah. Sedangkan jumlah pengepul yang mencari cabai di daerah Cangkringan turun drastis karena panen raya yang juga terjadi di luar daerah Sleman.

“Sampai saat ini, di daerah Cangkringan kami belum menemukan ada paguyuban atau peran pemerintah yang mengatur harga jual cabai agar tetap stabil,” ujar Wastin.

“Kami sampai merugi hingga dua kwintal dengan harga jual Rp5.000 per kilogram. Ini jelas harga yang sangat buruk dan tidak ada untungnya,” tambah Wastin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Kulonprogo
| Minggu, 05 April 2026, 01:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement