Advertisement
BATAVIA AIR BANGKRUT: Pesawat Tinggal 14 Unit
Advertisement
http://images.harianjogja.com/2013/01/31-7-2012-NH-BISNIS-15-Batavia-air-36-370x247.jpg" alt="" width="370" height="247" />JAKARTA -- Sejak diputuskan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dari total 31 pesawat yang dimiliki perusahaan Batavia Air, kini tinggal 14 pesawat.
"Ketika sebagai perusahaan penerbangan diberitakan besok dipailitkan, itu semua leasor telah bergerak dan menarik pesawat-pesawatnya. Kalau sudah ditarik apa yang mau dioperasikan? Sebagian besar sudah ditarik, sisa 14 pesawat dari 31 armanda," kata kuasa hukum Batavia Air, Catur Wibowo, kepada wartawan di gedung PN Jakpus, Jalan Gadjah Mada, Rabu (30/1/2013).
Advertisement
Batavia Air didirikan pada 2002 dan beroperasi dengan zero accident. Batavia pernah memiliki armada 33 pesawat dengan melayani 42 rute pelayanan domestik.
"Di kasus Telkomsel, perusahaan tetap beroperasi hingga pailit dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA). Mengapa langsung memutuskan berhenti operasional?" tanya wartawan.
"Ya beda, karena memang ini sangat sensitif," jawab Catur.
Saat ini Pengadilan telah menunjuk 4 kurator dalam menangani masa transisi Batavia Air pasca pailit. Keempat kurator ini bertanggung jawab dalam masalah penyelesaian kewajiban Batavia Air ke berbagai pihak.
"PN Jakpus telah menunjuk 4 kurator yaitu Andra Rainhat Sirait dari kantor Law Firm Duma and Co, Turman Panggabean dari kantor advokat Turman Panggabean, Permata M Daulai dari kantor Daulai Law Firm and Partner dan Albas Sukmahadi dari kantor Sukma and Partner," kata
Menurut Catur, para kurator tersebut akan membantu menangani segala urusan dan dampak dari penutupan perusahaan Batavia Air. Semua pihak yang berkepentingan diharapkan menunggu arahan dari kurator tersebut.
"Tim kurator yang dipilih oleh PN Niaga Jakpus akan menangani berbagai dampak atas penutupan usaha Batavia Air tersebut. Termasuk urusan refund tiket penumpang yang sudah penumpang, kargo, pajak, penyelesaian Batavia Air, mitra terkait para travel agent dan sebaginya," sambung Catur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




