Advertisement
RUPIAH MELEMAH : Dolar Kuat, Harga Obat Bakal Naik
Advertisement
[caption id="attachment_441069" align="alignleft" width="300"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/25/rupiah-melemah-dolar-kuat-harga-obat-bakal-naik-441066/obat-ilustrasi-reuters-3" rel="attachment wp-att-441069">http://images.harianjogja.com/2013/08/obat-ilustrasi-reuters1.jpg" alt="" width="300" height="225" /> Foto ilustrasi obat (JIBI/Harian Jogja/Reuters)[/caption]
Harianjogja.com, JOGJA –Produsen farmasi mulai ancang-ancang menaikkan harga obat menyusul rupiah yang melemah. Selama ini sebagian besar bahan baku pembuatan obat adalah impor. Namun, kenaikan harga tidak akan berlaku untuk obat generik.
Advertisement
Direktur Utama PT K-24 Indonesia, Gideon Hartono memprediksi kenaikan harga obat naik 5%, jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai angka Rp12.000.
Kenaikan harga terjadi karena selama ini produsen obat masih bergantung pada bahan baku buatan luar negeri.
"Sebagai retailer, secara otomatis kami akan menyesuaikan dengan pihak produsen. Jika produsen menaikkan, mau tidak mau kami juga harus menaikkan harga," katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (24/8/2013).
Dia mengungkapkan selain nilai tukar rupiah, kenaikan harga obat juga dipengaruhi kebijakan pemerintah. Keputusan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi beberapa waktu lalu ikut memberi andil.
"Saat harga BBM naik kemarin, harga obat juga mengalami kenaikan sekitar enam persen," imbuhnya.
Menurut Gideon, meski terjadi kenaikan harga para retailer maupun produsen obat tidak bisa langsung menaikkan. Mereka harus mengalkulasi secara maksimal sebelum menaikkan harga.
"Apalagi, ada keinginan untuk tetap menyediakan obat yang terjangkau. Untuk tempat kami, sejauh ini masih melihat perkembangan yang ada," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




