Advertisement
RUPIAH MELEMAH : Harga Komputer Naik 10%
Advertisement
[caption id="attachment_442217" align="alignleft" width="450"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/29/rupiah-melemah-harga-komputer-naik-10-442212/komputer-di-toko-bisnis-indonesia" rel="attachment wp-att-442217">http://images.harianjogja.com/2013/08/komputer-di-toko-Bisnis-indonesia.jpg" alt="" width="450" height="300" /> Pengunjung pusat penjualan ponsel dan komputer melihat komputer jinjing disalah satu toko. (JIBI/Harian Jogja/Bisnis Indonesia)[/caption]
Harianjogja.com, JOGJA—Penguatan Dolar AS tak terlalu berpengaruh pada penjualan produk teknologi informasi (TI). Kondisi ini justru mendorong pasar laptop dan netbook kembali bergairah setelah beberapa waktu lesu akibat gempuran produk komputer tablet.
Advertisement
Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) DIY Budi Setiawan Indarto tak menampik apabila harga produk TI akan ikut terkerek naik akibat naiknya harga kurs Dolar.
“Tapi dampaknya tidak terlalu terasa, karena masih banyak pengusaha yang menghabiskan stok lama. Khususnya untuk laptop, produk ini belum terlalu terpengaruh,” ujar Budi, Rabu (28/8/2013).
Pihaknya memastikan harga produk-produk TI sudah mulai naik secara bertahap. Akibat kenaikan Dolar ini, kata Budi harga produk baik komputer maupun aksesoris TI rata-rata naik sekitar 10%.
Namun, beberapa pengusaha komputer masih belum menaikkan harga laptop atau notebook.
“Notebook merupakan perangkat komputer yang harganya masih relatif stagnan dan belum semuanya tergerak untuk naik. Malah banyak pengusaha yang lebih memilih mempertahankan harga lama,” terang Budi.
Pada triwulan pertama di tahun ini banyak pengusaha yang mengeluhkan lesunya pasar komputer jinjing. Sebab akibat maraknya produk komputer tablet yang menggempur pasar TI di Jogja.
Pertumbuhan pasar tablet bahkan sudah mencapai 90%, mengingat produk ini segmennya lebih luas dan belum bisa dimasuki oleh produk seperti personal computer (PC).
“Stok di gudang masih banyak untuk netbook, jadi kebanyakan masih menghabiskan stok saja. Dolar naik ini, kondisi pasar kalau normal memang cenderung akan turun. Tapi seiring dengan masuknya anak kuliah, permintaannya malah cenderung naik,” tandas Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




