Advertisement
Pertamina Segera Eksplorasi Lagi Cadangan Minyak
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Produksi energi, baik minyak maupun gas (migas) secara ekuivalen saat ini masih rendah. PT Pertamina (Persero) menargetkan produksi energi dalam negeri secara ekuivalen pada tahun 2025 dapat mencapai 2,2 juta barel per hari (bph).
Direktur PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) Faried Rudiono mengungkapkan saat ini produksi energi dalam negeri baru mencapai 500.000 bph.
Advertisement
“Sedangkan untuk produksi minyaknya baru 200.000 bph. Makanya kami akan melakukan eksplorasi untuk meningkatkan cadangan minyak,” ujar Faried saat ditemui di sela acara Pertamina Mengajar bertema Transformasi Pertamina menjadi ASEAN Energy Champion 2025 di Universitas Proklamasi 45, Senin (23/12/2013).
Faried mengungkapkan eksplorasi ini merupakan salah satu upaya penting untuk dapat mencapai target produksi energi dalam negeri di 2025. Ditargetkan pada tahun tersebut produksi energi migas diharapkan dapat mencapai 2,2 juta bph. Pada intinya, apa yang diproduksi oleh perusahaan minyak saat ini harus diganti.
“Cadangan minyak harus bisa lebih besar dari yang diproduksi saat ini. Makanya, Pertamina harus menyiapkan anggaran untuk melakukan eksplorasi tersebut,” jelas Faried.
Upaya yang dilakukan oleh Pertamina untuk meningkatkan produksi minyak dan gas tidak hanya dengan eksplorasi saja. Untuk menaikkan produksi perseroan, perusahaan ini akan mengambil alih perusahaan yang sudah memiliki cadangan dan produksi minyak.
Faried menambahkan upaya ini perlu dilakukan agar Pertamina dapat menjadi salah satu perusahaan migas besar dunia.
Meski demikian, kebutuhan konsumsi energi migas di dalam negeri masih belum mencukupi. Akibatnya impor bahan bakar minyak (BBM) masih tinggi.
“Pertamina memang mengusahakan agar tidak impor. Namun, karena sumber daya ini terbatas, sementara kebutuhan terus naik. Maka, mau tidak mau Pertamina melakukan langkah impor,” kata Faried.
Rencana pembangunan tiga kilang minyak juga ditegaskan kembali oleh Faried. Meski eksplorasi ke cadangan minyak yang baru akan dilakukan, bukan berarti tidak lagi impor BBM. Impor tetap masih akan dilakukan mengingat kebutuhan energi ini sangat tinggi dan terus meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tocantins Mengamuk di Maguwoharjo, PSS Sleman Pesta Gol Tanpa Ampun
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pasokan Minyak Terancam, Uni Eropa Siapkan Skenario Darurat
- Indosat Hentikan Iklan IM3 Soal Zakat yang Viral dan Menuai Protes
- Update Harga Emas Hari Ini, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
- Stok Beras Digenjot, Bulog Siapkan Langkah Hadapi Kemarau Panjang
- Harga Pangan dan BBM Tekan Inflasi Jogja Saat Lebaran
Advertisement
Advertisement




