Advertisement

Sedot Daya Lebih Banyak, KWH Meter Socket Rugikan PLN

Mediani Dyah Natalia
Jum'at, 03 Januari 2014 - 22:30 WIB
Maya Herawati
Sedot Daya Lebih Banyak, KWH Meter Socket Rugikan PLN

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 7.248 pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Rayon Sedayu masih mempergunakan KWH meter socket yang rawan timbulkan kebakaran. Alat ini juga memperbesar kerugian PLN karena menyedot daya lebih besar serta tidak terkontrol.

Manajer Area PT. PLN (Persero) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Wahyu Bintoro menyampaikan KWH meter socket yang saat ini terpasang adalah bantuan dari USAID, Amerika Serikat (AS) pada 1980 melalui program listrik masuk desa. Semula jumlah pengguna alat berbentuk bulat ini mencapai kisaran 19.000 pelanggan.

Advertisement

Sejalan dengan kemandirian dan peningkatan teknologi, PLN sebagai penyedia energi listrik di Indonesia ini melakukan pembaharuan alat ukur. Dari berbagai sosialisasi dan pendekatan yang dilakukan lebih dari separuh pelanggan melakukan pergantian dengan KWH meter umum.

“Tapi masih ada 7.248 pelanggan yang keberatan mengganti socket. Karena alat ini dapat dipakai sesuka hati tanpa batas,” jelasnya saat ditemui di PLN Area Jogja Jumat (3/1/2014).

Secara nominal, kata dia, jelas PLN harus menelan kerugian yang relatif besar. Sebab alat ini dapat menyedot daya dengan kekuatan besar dan tidak terkontrol. Pelanggan pun tidak akan dibebani biaya sesuai daya yang dipergunakan, tetapi cukup daya yang semula tertera di alat ukur.

Kekuatan yang besar ini akhirnya banyak dimanfaatkan pelanggan untuk kebutuhan lain. Misal membuka ruang usaha tertentu.

Sebenarnya, kata dia, kerugian tidak hanya dialami PLN. Pelanggan maupun warga sekitar juga akan dapat menuai risiko. Pasalnya daya yang besar ini tidak diimbangi dengan kabel yang memadai. Alhasil kabel tersebut mudah hangus bahkan menimbulkan kebakaran.

“Mayoritas pengguna KWH meter socket ini berada di sekitar Rayon Sedayu PT. PLN Area Jogja. Misal di Sedayu, Gamping, Minggir dan Moyudan,” papar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Kulonprogo
| Minggu, 05 April 2026, 01:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement