Advertisement
Gita Siap Diperiksa BPK
Advertisement
Harianjogja.com, BANDUNG—Mantan Menteri Perdagangan RI yang juga salah satu peserta konvensi Capres RI dari Partai Demokrat Gita Wirjawan menyatakan siap diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait masuknya beras impor dari Vietnam ke Indonesia.
"Saya siap [diperiksa BPK]," kata Gita Wirjawan, di Bandung, Selasa (4/2/2014).
Advertisement
Ia merasa persoalan tersebut merupakan hal yang lucu dan sarat dengan kepentingan politis. "Saya senang sekali banyak sekali yang politis soal beras impor ini, kaitkan dengan pengunduran diri saya," kata dia.
Kesiapan dirinya diperiksa oleh BPK terkait impor beras Vietnam ini diharapkan akan membuka aktor utamanya. "Biar nanti ketahuan siapa yang mempolitisasi ini semua," kata dia.
Menurut dia, tadi pagi pihaknya sudah mengecek ke laboratorium bahwa beras impor dari Vietnam itu bukan tipe premiun tapi medium.
Sementara itu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menduga adanya ketidakwajaran terkait dengan masuknya 16.000 ton beras dari Vietnam ke Indonesia sehingga akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Semua dugaan pasti ada, namun untuk memastikan kasus tersebut kami segera akan melakukan pemeriksaan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," kata Ketua BPK Hadi Poernomo di Denpasar tadi siang.
Ia mengatakan hal itu setelah penadatanganan kesepakatan pemantauan transaksi keuangan pemerintah se-Bali. Beberapa kejanggalan terkait dengan impor beras itu, katanya, di antaranya adanya perbedaan jenis beras dengan kode yang sama, yakni Harmonized System (HS).
Selain itu, pihaknya mempertanyakan sikap Bea Cukai yang langsung menyatakan (harmonized system/HS)-nya low risk (LR). "Kenapa tidak berisiko tinggi?" ujarnya.
Selain itu, adanya penyatuan hak dari dua peraturan yang berbeda pada Peraturan Menteri Perdagangan Tahun 2008 dan Permendag Tahun 2012.
Kejanggalan lainnya, katanya, adanya ketidaktransparan surveyor luar negeri yang ditunjuk pemerintah yang terlihat dari tidak dicantumkannya segala hal yang berkaitan dengan impor beras dari Vietnam secara detail.
Jika berdasarkan hasil kajiannya, ternyata mengandung perbuatan melawan hukum, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi penegak hukum guna menindaklanjuti sesuai dengan aturan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




