Advertisement
Hiswana Migas DIY Imbau Untuk Tak Menimbun Elpiji
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Siswanto mengimbau masyarakat belanja liquified petroleum gas (LPG) alias elpiji secara normal dan tidak perlu menimbun. Siswanto menyebut jika hanya untuk mencadangkan tentu saja itu tidak menjadi permasalahan.
“Kalau untuk cadangan beli dilebihkan satu tabung tidak masalah. Kami hanya mengimbau jangan sampai ada ketakutan lantas membeli dan menimbun elpiji nantinya,” jelas Siswato.
Advertisement
Hingga saat ini permintaan elpiji disebut Siswanto masih normal, dia juga menjamin tak akan ada kelangkaan.
“Kalau kenaikan permintaan selalu ada, namun lonjakan belum terlihat. Biasanya memang pada akhir liburan Idulfitri permintaan baru melonjak dengan tajam. Namun biasanya tidak sampai terjadi kelangkaan,” kata Siswanto.
Permintaan gas elpiji tabung tiga kilogram (kg) dan 12 kg memang peningkatan saat Ramadan. Mendekati Idulfitri permintaan diperkirakan melonjak makin tajam.
Pedagang gas elpiji di Umbulharjo, Suryanto mengatakan permintaan memang ada kenaikan sepekan ini. Namun masih disebut normal, belum terlalu tajam. Suryanto menambahkan kenaikan penjualan ini hanya berkisar satu-dua tabung saja per harinya. Namun mendekati Lebaran biasanya penjualan gas elpiji tabung tiga kg naik dua kali lipat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Antam Melonjak, Tembus Rp2,85 Juta per Gram
- Tiket Pesawat Diprediksi Naik, Pemerintah Pasang Batas Kenaikan
- Sawit Indonesia Dialihkan ke Energi B50 Mulai Juli 2026
- Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Tembus Rp85 Ribu per Kg
- Segini Besaran Penerimaan Negara dari Pajak MBG
- Pelaporan Pajak Tembus 10,8 Juta, Batas Waktu Diperpanjang
- Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Rencana Bank Indonesia
Advertisement
Advertisement




