Advertisement
2015, BPD DIY Siap Sasar Non-PNS, Ini Strateginya
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Diidentikan dengan bank yang digunakan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY ingin memperluas pasar. Direktur Utama BPD DIY Bambang Setiawan mengatakan pihaknya kini berupaya melakukan beberapa transformasi untuk mewujudkan perluasan pasar tersebut.
Sebagai pucuk pimpinan yang baru menjabat sejak 15 September lalu, Bambang menerapkan dua macam transformasi. Pertama adalah transformasi bisnis. Transformasi ini dilakukannya dalam bentuk perubahan dan perluasan pasar bisnis perbankan. Diakuinya, meski seluruh nasabah BPD DIY adalah PNS yang ada di DIY, masih ada sekitar 68.000 PNS yang masih belum tergarap oleh BPD DIY.
Advertisement
"Ini yang akan kami garap selanjutnya. Selain itu, kami juga akan menyasar non-PNS," ucapnya saat mengisi acara talkshow The Captain di Radio StarJogja FM, Senin (29/9/2014) malam.
Target lainnya adalah menggaet masyarakat DIY yang sukses secara finansial. Bambang optimistis bisa menggaet pasar yang dinilainya cukup potensial tersebut. Perluasan pasar kepada masyarakat non-PNS tersebut diakuinya adalah jalan untuk mempertahankan eksistensi BPD DIY sebagai bank milik masyarakat Jogja.
Itulah sebabnya, kini pihaknya tengah berupaya untuk membuktikan kepada publik bahwa tak ada bank yang lebih mengenal Jogja dibanding BPD DIY. Langkah awalnya adalah mengubah label dari BPD DIY menjadi Bank DIY. Perubahan itu diakuinya hanya sebatas label saja, sedangkan untuk legal corporate masih tetap menggunakan nama BPD DIY.
"Tapi perubahan itu baru akan kami launching 2015 mendatang," ucapnya.
Sebagai pimpinan baru, Bambang Setiawan mengaku tak begitu sulit beradaptasi dengan lingkungan kerja BPD DIY. Hal itu lantaran, lingkungan kerja di tempat kerjanya yang baru terbilang sangat kondusif. Dengan menggenggam moto Iptec yang diterapkannya, pria yang sudah 30 tahun mengabdikan diri di dunia perbankan itu bisa menjalankan perannya sebagai salah bank daerah yang tengah berkembang.
Dijelaskannya, Iptec itu sendiri merupakan singkatan dari integrity (kejujuran), professional, trust (kepercayaan), excellence (minimalisasi kesalahan) dan customer focus (fokus pada kepuasan kustomer).
"Saya juga punya prinsip hidup itu harus menghidupi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




