Advertisement
CDMA TUTUP : 4,5 Juta Pelanggan Flexi Mulai Bermigrasi
Advertisement
Harianjogja.com JOGJA – Sejak teknologi Code-Division Multiple Access (CDMA) mulai tidak digunakan di dunia telekomunikasi, PT Telkom menawarkan upgrade layanan kepada pelanggannya. Saat ini, sebanyak 4,5 juta pelanggan Flexi secara bertahap mulai bermigrasi ke Telkomsel, anak perusahaan Telkom Group.
Menurut Kepala Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DIY Rosydul Umam Aly, kebijakan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informatika No. 30/2014 dan Keputusan Menteri (Kepmen) No. 934/2014 tentang Penataan Pita Frekwensi dan Pengalihan Izin Penggunakan Frekwensi 800 MHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler.
Advertisement
Jumlah pelanggan Flexi secara nasional, ungkap Umam, sebanyak 4,5 juta nomor. Sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah-DIY total sekitar 600.000 pelanggan, baik pascabayar maupun prabayar. Sebanyak 450.000 pelanggan di Jawa Tengah dan 150.000 pelanggan di DIY.
“Paling banyak pelanggan Flexi di Surabaya dan Malang. Migrasi ini meningkatkan layanan bagi pelanggan Flexi agar bisa menikmati layanan dengan lebih baik. Mereka tidak lagi tergantung area layanan (coverage area),” kata Umam di Kantor Telkom Kotabaru, Kamis (4/12/2014).
Umam melanjutkan, mulai November 2014 lalu, pelanggan mulai melaksanakan migrasi menjadi pelanggan Telkomsel. Nantinya, nama yang dipakai juga berubah. Untuk Flexi Trendy (prabayar) menjadi AS-CDMA. Sedangkan Flexi Classy (pascabayar) menjadi Halo Fit-CDMA atau menjadi pelanggan AS-CDMA (prabayar). Dengan pergantian tersebut, pelanggan akan banyak mendapat keuntungan. Selain cakupan lebih luas, kualitas sinyal akan bagus dan kuat, kartu Fleksi tersebut juga bisa digunakan roaming nasional maupun internasional.
"Khusus nomor baru dari Flexi, didepannya menggunakan angka 0851. Itu sudah menjadi nomor Flexi AS. Yang tidak kalau penting, tarif yang diberlakukan adalah tarif Flexi (tarif tetap), sehingga pengguna kartu yang tetap hemat,” tegasnya.
Perusahaan telekomunikasi plat merah ini melaksanakan migrasi pelanggan secara bergantian. Targetnya adalah rampung saat dilakukan penurunan alias grounded BTS Flexi dan mengganti dengan GSM (Telkomsel).
“Bergantian dan dilakukan tahap demi tahap. Karena proses migrasi juga butuh waktu. Kami harap, setahun selesai dan semua pelanggan sudah migrasi,” katanya.
Sementara, General Manager Wilayah Telekomunikasi Jogja, Firdaus Roeswadi, layanan migrasi kartu Fleksi ke Telkomsel ini bisa dilakukan di Plaza Telkom Jogja, kantor Telkom di Bantul, Wonosari, Wates, dan Sleman. Selain itu mulai pekan depan, layanan ini juga bisa di akses di Grapari Telkomsel.
"Selain memperoleh keuntungan dengan akses lebih luas, pelanggan juga akan mendapatkan voucer diskon pembelian handphone GSM. Voucer ini bisa langsung diberilan Handphone di stand yang kami sediakan," katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Kambing dan Domba Jadi Andalan, UGM Genjot Ilmu Ratusan Peternak DIY
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




