Advertisement
PERTUMBUHAN EKONOMI : TIPD DIY Waspadai Risiko Tekanan Inflasi
Advertisement
Pertumbuhan ekonomi, TPID DIY tengah mewaspadai risiko tekanan inflasi.
Harianjogja.com, JOGJA—Tekanan inflasi pada April 2015 diperkirakan menurun seiring musim panen raya. Meski demikian kondisi perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dibayangi sejumlah faktor yang bisa menekan inflasi.
Advertisement
Ketua III Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, Arif Budi Santoso, menyebut ada sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan tekanan inflasi pada April 2015.
Harga Minyak Dunia & Penyesuaian Tarif
“Menurut Arif, faktor risiko tersebut berasal dari beberapa sektor. Misalnya, perkembangan harga minyak dunia yang berpengaruh besar terhadap penetapan harga bahan bakar minyak [BBM] di dalam negeri dan adjustment tariff [penyesuaian tarif] listrik,” ujar Arif di kantornya, Rabu (8/4/2015).
Dijelaskan Arif, penyesuaian tarif listrik mengandung risiko yang berdampak terhadap kenaikan biaya kontrak dan sewa rumah (properti).
Perbedaan HET Elpiji
Selain itu, perbedaan Harga Eceran Tertinggi (HET) liquefied petroleum gas (LPG) alias elpiji ukuran tabung 3 kilogram (kg) di DIY lebih rendah dari provinsi lain, dapat mengakibatkan migrasi penjualan elpiji 3 kg ke provinsi-provinsi tersebut.
"Masalah-masalah yang memicu risiko ini, perlu diwaspadai. Jika tidak, maka hal itu bisa memberikan tekanan pada inflasi," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jogja itu.
Pasokan Bahan Pangan
Mencermati beberapa faktor risiko inflasi pada April 2015, koordinasi pengendalian inflasi daerah akan terus diperkuat. Masing-masing TPID di DIY akan menfokuskan pada upaya menjaga kecukupan pasokan bahan pangan serta mengelola ekspektasi inflasi masyarakat.
"Selain itu, saat ini sedang disusun Roadmap Pengendalian Inflasi DIY yang akan digunakan sebagai pedoman TPID dalam pengendalian Inflasi daerah," kata Arif.
Pada Maret 2015 lalu, kata Arif, inflasi DIY tercatat 0,15% (month to month/mtm) sehingga inflasi DIY secara tahunan sebesar 5,13% (year on year/yoy) atau meningkat dibandingkan Februari 2015 yang mengalami deflasi sebesar 0,40% (mtm) atau 5,12% (yoy).
"Inflasi DIY Maret ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 0,17% [mtm]. Dengan demikian, kenaikan harga-harga secara umum di DIY pada bulan Maret 2015 lebih rendah dibandingkan [angka] nasional," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




