Advertisement
HARGA KEBUTUHAN POKOK : Cabai Rawit Tembus Rp50.000 per Kg
Advertisement
Harga kebutuhan pokok untuk cabai rawit meroket tajam.
Harianjogja.com, JOGJA—Harga cabai rawit terus merangkak naik. Di Pasar Kranggan, harga cabai rawit mencapai Rp50.000 per kg.
Advertisement
Salah satu pedagang di Pasar Kranggan, Jogja Sumilah mengatakan, ia kulak cabai rawit seharga Rp45.000 per kg dari Pasar Gamping, Sleman. Agar tidak merugi, ia pun menjual dengan harga Rp50.000 per kg. Para pelanggannya pun membeli cabai dalam jumlah sedikit karena tingginya harga.
“Biasanya saya kulak empat kg sampai lima kg. Sekarang paling banyak dua kg karena mahal,” ujar dia kepada Harianjogja.com, di Pasar Kranggan, Jogja, Jumat (31/7/2015).
Menurutnya, harga cabai rawit naik karena pasokan yang sedikit. Selain cabai rawit, harga cabai merah keriting juga naik dari Rp15.000 hingga Rp17.000 per kg menjadi Rp30.000 per kg. Sebaliknya, harga cabai merah besar turun dari Rp30.000 per kg menjadi Rp20.000 per kg, sedangkan cabai hijau turun harga dari Rp40.000 per kg menjadi Rp25.000 per kg.
“Harga bawang putih juga naik dari Rp22.000 per kg menjadi Rp25.000 per kg. Bawang merah turun menjadi Rp15.000 hingga Rp17.000 per kg,” ujar dia.
Untuk harga sayuran, lanjut dia, tidak mengalami perubahan. Tomat dijual dengan harga Rp2.000 per kg, wortel Rp7.000 per kg, sedangkan brokoli Rp10.000 per kg dari harga sebelumnya Rp15.000 per kg.
Untuk harga daging ayam ras, masih di kisaran Rp36.000 per kg. Salah satu pembeli Wiryadi mengaku, harga saat ini sudah cukup turun dibandingkan saat Lebaran. “Pas Lebaran saya beli daging ayam satu kg Rp44.000,” ujar dia.
Pemantau Harga Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Jogja Sumarno menambahkan, saat ini pasokan cabai ke DIY berkurang. Ia menjelaskan, permintaan cabai rawit untuk Jakarta sedang meningkat. Hal itu membuat pasokan cabai rawit ke daerah seperti DIY menjadi berkurang. Selain dipasok dari Salatiga, ketersediaan cabai rawit di Jakarta juga dipasok dari Jawa Barat.
“Kondisi harga diperkirakan akan kembali turun setelah permintaan cabai rawit dari Jakarta berkurang,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




