Advertisement
HARGA OBAT : Produk Kalbe Farma Dipastikan Tidak Naik Harga
Advertisement
Harga obat produk Kalbe Farma dipastikan tidak naik
Harianjogja.com, JOGJA– PT Kalbe Farma Tbk belum berencana menaikkan harga obat-obatan yang diproduksinya. Pasalnya, pembelian bahan baku yang dilakukan secara impor masih menggunakan cadangan devisa yang dimiliki perusahaan tersebut sebesar US$ 40 juta.
Advertisement
Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Vidjongtius mengatakan, pihaknya belum berencana menaikkan harga obat-obatan tahun ini meskipun rupiah terus tertekan atas dolar. Padahal, bahan baku yang digunakan masih menggunakan bahan impor.
“Kami melakukan strategi ke dalam dan berusaha untuk tidak menaikkan harga. Kapasitas produksi kami juga tidak turun,” katanya menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Novotel Jogja, Jumat (28/8/2015).
Untuk menekan biaya produksi selama nilai tukar rupiah terhadap dollar naik, Kalbe mencari pemasok yang efisien. Selama ini, pemasok bahan baku pabrik tersebut berasal dari Cina, India, Korea dan beberapa Negara lainnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan penggunaan bahan baku berbasis alami dan terus berupaya membangun pabrik bahan baku sendiri. “Tidak ada perubahan strategi yang kami lakukan. Ekspansi tetap, tidak ada perubahan. Penggunaan dana cadangan tetap diantisipasi sambil berharap nilai rupiah kembali stabil,” katanya.
Disinggung soal pertumbuhan Kalbe pada semester pertama 2015, dia menyebut penjualan bersih tumbuh sebesar 4,1% mencapai Rp8.720 miliar dibandingkan periode yang sama 2014 sebesar Rp8.380 miliar. Rendahnya pertumbuhan yang dicapai disebabkan oleh melambatnya permintaan secara umum.
Begitu juga dengan dampak penarikan produk obat resep dan kontrak distribusi dengan salah satu prinsipal pihak ketiga yang tidak dilanjutkan sejak akhir 2014.
“Meski kondisi makro kurang kondusif dan daya beli masyarakat lemah, penjualan kami tumbuh dan marjin stabil. Kegiatan pemasaran aktif dan jangkauan distribusi tetap ekstensif,” ujarnya.
Dengan mempertimbangkan situasi makro ekonomi yang belum stabil, serta kondisi kompetisi pasar, pihaknya melakukan revisi target pertumbuhan penjualan bersih 2015 menjadi 5% - 7% dan target pertumbuhan laba bersih menjadi 6% - 8%.
“Target marjin laba operasional tidak berubah di level 16 persen hingga 17 persen. Belanja modal sebesar Rp1,1 Triliun dianggarkan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi. Tidak ada perubahan meski kondisi saat ini,” tambah Hari Nugroho, Head of External Communications PT Kalbe Farma Tbk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Lewat Borobudur dan Kota Lama
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




