Advertisement
KURS RUPIAH : Konsumsi BBM DIY Turun Hingga 10%
Advertisement
Kurs rupiah yang lemah mempengaruhi konsumsi BBM.
Harianjogja.com, JOGJA- Perlambatan ekonomi juga berdampak pada penurunan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Di wilayah DIY, konsumsi BBM turun antara 5 % hingga 10% seiring melemahnya daya beli masyarakat. Akibatnya, Pertamina mengalami kerugian sekitar Rp 12 triliun dari penyaluran BBM.
Advertisement
General Manager Marketing Operation Regional IV PT Pertamina, Kusnendar mengatakan, harga minyak dunia yang terus merosot beberapa waktu terakhir berdampak pada kerugian bagi Pertamina. Sebab, dampak penurunan harga minyak mentah dunia menyebabkan margin yang diperoleh Pertamina semakin menipis. Apalagi, belum ada rencana pemerintah menaikkan harga jual BBM dalam waktu dekat.
“Tidak mudah bagi Pertamina untuk begitu mengubah harga. Ada asumsi, statistik hingga cost yang perlu dipertimbangkan. Dengan harga minyak dunia yang terus menurun dan nilai tukar Dolar yang terus menguat terhadap Rupiah, menyebabkan Pertamina banyak menanggung kerugian,” ujarnya saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) X Himpunan Swasta Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DPD DIY di Eatparc Hotel Jogja, Rabu (9/9/2015).
Pada Januari, setelah Premium tidak lagi mendapat subsidi pemerintah, Pertamina masih bisa mendapat margin. Namun, Kusnendar menambahkan, bulan berikutnya Pertamina harus menanggung kerugian karena harga jualnya terlalu rendah seiring kenaikan Dolar. Sepanjang Januari-Juli 2015, kerugian yang diderita Pertamina membuat kondisi perusahaan terbilang rentan.
“Stok BBM Pertamina kebanyakan masih di atas kapal. Butuh banyak biaya lagi [yang dikeluarkan] sebelum stok tersebut didaratkan ke pelabuhan kemudian tersalurkan ke depo dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Belum ada cadangan BBM nasional yang ada hanya stok saja,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Jangan Terlewat KIP Kuliah 2026 Dibuka Ini Jadwal dan Cara Daftar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




