Advertisement
Bank Indonesia Dukung Elektronifikasi Sistem Pembayaran, Ini Keunggulannya
Advertisement
Pertumbuhan sektor pariwisata dan industri kreatif disertai pertumbuhan teknologi finansial di bidang keuangan diharapkan mampu menjadi andalan potensi ekonomi DIY
Harianjogja.com, JOGJA-Sebagai otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia mendukung penerapan smart city melalui elektronifikasi transaksi sistem pembayaran. Bank Indonesia senantiasa berperan aktif untuk mewujudkan smart city melalui pembayaran yang aman lancar, efisien, dan andal.
Advertisement
Smart City sendiri merupakan konsep perencanaan kota berorientasi pada peningkatan kualitas hidup melalui pengelolaan sumber daya secara efektif, efisien, inovatif, dan terintegrasi, serta tidak lepas dari pengaruh perkembangan serta inovasi teknologi terkini.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) DIY Budi Hanoto menyampaikan, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat penting dalam implementasi konsep smart city karena akan meningkatkan pelayanan pemerintah untuk menghasilkan proses kerja yang lebih efektif dan efisien. Penerapan elektronifikasi meliputi tata kelola pemerintah (e-government), layanan pembayaran (e-payment), layanan publik (e-service), e-commerce, dan masih banyak lagi.
Budi mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan dalam mendorong elektronifikasi sistem pembayaran non tunai adalah melalui dukungan instrumen, mekanisme, dan regulasi serta program-program yang dapat mendukung perubahan pelaku masyarakat untuk bertransaksi secara non tunai.
“Dengan penerapan elektronifikasi khususnya untuk sektor layanan pembayaran [e-payment] sebagai bagian dari konsep smart city, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, serta peningkatan daya saing daerah menghadapi era globalisasi,” kata dia dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Sabtu (21/10/2017).
Pertumbuhan sektor pariwisata dan industri kreatif disertai pertumbuhan teknologi finansial di bidang keuangan diharapkan mampu menjadi andalan potensi ekonomi DIY. Perkembangan wisata budaya, fashion, kuliner, film animasi, dan video, hingga usaha rintisan digital merupakan fenomena tak terpisahkan dari berkembangnya ekosistem perekonomian digital.
"Dukungan basis pasar e-commerce yang selaras dengan teknologi keuangan serta sistem pembayaran yang aman, lancar efisien, dan andal tersebut dikolaborasikan sehinga industri di DIY mampu berkontribusi lebih luas dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





