Advertisement
Giwangan Makin Ramai Menjelang Pagi
Sopir dan pedagang tengah bongkar muat buah melon di Pasar Giwangan, Senin (2/4) malam. (JIBI/Harian Jogja - Rheisnayu Cyntara)
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Sebagai pasar induk buah dan sayur untuk seluruh wilayah DIY, waktu ramai Pasar Giwangan dimulai sejak malam hingga menjelang pagi. Pasokan buah dan sayur tersebut berasal dari luar daerah yang butuh perjalanan berjam-jam untuk sampai di Jogja. Walhasil bongkar muat biasanya mulai dilakukan pada malam hari.
Sebagaimana diketahui Pasar Giwangan merupakan pasar induk buah dan sayur di DIY. Hampir semua pedagang dari penjuru kabupaten/kota mengambil barang di sini. Tapi tidak hanya pedagang saja, konsumen rumah tangga pun banyak yang datang untuk mendapatkan sayur dan buah segar.
Saat Harian Jogja menyambangi Pasar Giwangan pada Senin (2/4) malam, aktivitas bongkar muat dan penyortiran buah mulai dilakukan. Meski jam menunjukkan pukul 23.07 WIB, bangunan induk yang berada di tengah pasar riuh. Lampu penerangan dengan jumlah watt besar dinyalakan, begitu pula dengan televisi dan radio. Hiruk pikuk suara tersebut terdengar bersahut-sahutan dengan obrolan para sopir, juragan, maupun kuli angkut yang berkutat dengan pekerjaannya masing-masing.
Ditemui saat tengah duduk mengawasi bongkar muat buah melon, sopir angkutan dari Purwodadi, Ari menuturkan untuk sampai ke Pasar Giwangan ia membutuhkan waktu sekitar empat jam perjalanan. Berangkat dari Purwodadi sekitar pukul 17.00 WIB dan sampai pukul 21.00 WIB. Namun menurutnya waktu tempuh tersebut bisa lebih singkat jika jalanan yang ia lewati tidak macet.
"Sampai di sini harus nunggu semua selesai diturunkan. Kalau cepet bisa langsung pulang, kalau lama ya kaya sekarang jam 23.00 WIB baru mulai," keluhnya.
Dalam seminggu, Ari menuturkan bisa bolak balik Purwodadi-Jogja beberapa kali membawa sekitar tiga ton buah per sekali angkut. Sesuai dengan permintaan pedagang besar tempat ia menyetor buah selama ini. Jika pasar sedang ramai, buah melon dan semangka yang ia bawa akan cepat habis. "Habis diturunkan ini nanti disortir dulu. Dipisahkan sesuai grade, besar kecil beda," urainya.
Berbeda halnya dengan Ari yang bisa langsung pulang saat bongkar muat telah selesai, Yitno salah satu kuli angkut Pasar Giwangan mengaku tak bisa beristirahat hingga pagi. Sebab menjelang pagi, pekerjaan malah akan bertambah banyak. Apalagi pada saat musim duku seperti sekarang ini, kesibukan luar biasa akan dimulai sejak pukul 02.00 WIB hingga subuh. Sebab armada angkutan duku yang rata-rata berasal dari Purbalingga dan Banjarnegara mulai datang pada jam-jam tersebut.
"Kalau sayur biasanya datang siang sampai magrib. Pedagang-pedagang ambil sayur dan buah dari sini pagi untuk dijual di tempat lain. Jadi ramai terus," ucapnya sambil mondar-mandir memikul satu keranjang besar melon di punggungnya. Sesekali ia menyeka keringat yang menetes di keningnya. Bersiap untuk memanggul berton-ton buah hingga pagi tiba.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








