Atap Kelas MTs Muhammadiyah Ambruk di Sragen, 48 Siswa Diliburkan
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Pertemuan akbar industri pengelolaan investasi di The Alana Hotel, Sleman, Jumat (20/4/2018)./Harian Jogja-Wisnu Wardhana
Harianjogja.com, SLEMAN-Pertumbuhan reksa dana dalam dua tahun terakhir mencapai 40%-50%. Untuk tahun ini ditargetkan investor reksa dana bisa tumbuh 50%.
Hal itu diungkapkan Asri Natanegeri, Presidium Perkumpulan Pelaku Industri Reksa Dana dan Investasi Indonesia (Dewan APRDI) kepada wartawan di The Alana Hotel, (20/4/2018). Selama dua hari APRDI menyelenggarakan pertemuan akbar di DIY yaitu tanggal 20-21 April 2018. Pertemuan ini bertujuan membahas langkah-langkah strategis dalam mempercepat pertumbuhan industri secara sehat dan efisien.
Asri mengatakan, sejak 2015 pertumbuhan investor reksa dana memang sangat tinggi. Dari 248.000 investor pada 2015, maka pada 2017 sudah mencapai 619.000 investor atau tumbuh 40%-50%. “Untuk tahun ini kami menargetkan jumlah investor bisa tumbuh menjadi 900.000-1.000.000,” katanya, Jumat.
Jumlah ini, katanya, termasuk kecil karena di Indonesia, berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ada 4,7 juta nasabah di Indonesia yang memiliki simpanan di atas Rp100 juta dengan jumlah total simpanan lebih dari Rp4.600 triliun. Sementara, investasi untuk reksa dana baru sekitar 10% dari total penetrasi simpanan. Sementara investor reksa dana baru 13% dari nasabah deposito.
Hingga Februari 2018, dana masyarakat yang dikelola sudah mencapai Rp728,7 triliun yang terbagi dalam 2.305 pilihan reksa dana dan produk investasi lainnya.
Agar jumlah investor bisa meningkat, menurut Ketua Dewan APRDI Prihatmo Hari Mulyanto perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi tentang reksa dana. Pertemuan akbar yang dihadiri Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), Asosiasi Bank Agen Penjual Efek Reksa Dana Indonesia (ABAPERDI), Asosiasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI), dan Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia (PWMII) ini diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan untuk bisa meningkatkan investor di reksa dana.
Sosialisasi dan edukasi ini diperlukan karena sebetulnya untuk berinvestasi di reksa dana itu cukup mudah dan nilianya juga tidak tinggi. Hanya dengan Rp100.000 sebetulnya sudah bisa berinvestasi di reksa dana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.