Ini Regulasi yang Hambat Investasi Energi Terbarukan
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Ilustrasi daging merah/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Setidaknya 15.500 ton daging kerbau beku impor asal India mulai masuk ke dalam negeri. Kebijakan ini dikeluarkan guna memenuhi permintan selama Ramadan hingga akhir tahun.
Sejak dikeluarkan izin Impor daging kerbau sebesar 100.000 ton pada Februari lalu oleh Kementerian Perdagangan Bulog telah memasok 15.000 ton daging kerbau dari jumlah kontrak yang sudah dikeluarkan 34.000 ton. Selain itu PT Berdikari baru memasok 500 ton dari hampir 10.000 ton izin yang diberikan.
Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan daging yang sudah masuk ke dalam negeri setidaknya 10.000 ton mulai disalurkan ke pasaran karena adanya permintaan. Pihaknya menargetkan 2.000 ton lagi masuk hingga di penghujung Ramadan.
"Kami beli secukupnya saja. Cukup baik putaran [perdagangan] nya, baru datang sudah dipesan dan tersalur [ke pasar]," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (6/6/2018).
Selama ini Bulog telah melakukan penjualan ke wilayah DKI Jakarta, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.
Dijelaskan dari sejumlah wilayah itu, penjualan terbesar dilakukan di DKI Jakarta, Sumut, Riau dan Sumatra Selatan. Menurutnya daerah sebaran semakin meluas dibanding tahun sebelumnya saat pemerintah memberi izin impor 50.000 ton ke Bulog.
Pihaknya mengaku selama ini daging kerbau masih menjadi alternatif sumber protein hewani dengan harga murah bagi masyarakat. Biasanya daging kerbau menjadi pendamping untuk jenis daging hewan lainnya seperti sapi.
Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Eko Taufik Wibowo mengatakan sepertiga atau sekitar 160 ton sudah didistribusikan ke pasar di Jabotabek. Setiap harinya, Berdikari menurunkan daging beku tersebut melalui pasar distributor yang bekerjasama dengan pihaknya.
Dia mengaku selama ini masyatakat sudah terbiasa dan familiar untuk daging kerbau. Konsumsi daging tersebut kata dia, cukup dilirik oleh industri makanan kecil seperti bahan baku bakso. Pasalnya secara kualitas rasa daging kerbau sama dengan daging sapi.
"Secara rasa dan kualitas sama dengan daging sapi dan harga lebih terjangkau," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.