Advertisement
Amazon Berencana Investasi Rp14 Triliun di Indonesia
Seorang pegawai Amazon berjalan melewati gerbang di Amazon Fulfillment Center (BLR7) di pinggiran Bengaluru, India, Selasa (18/9). - Reuters/Abhishek N. Chinnappa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Amazon berencana menanamkan modal Rp14 triliun di Indonesia dalam 10 tahun mendatang. Bisnis e-commerce pun semakin ramai.
Chief Technology Officer (CTO) Amazon Werner Vogels bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, pekan lalu. Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.
Advertisement
"Mereka menyampaikan akan investasi Rp14 triliun di indonesia dalam waktu 10 tahun ke depan. Kami sudah melakukan beberapa isu mengenai perpajakan. Kayaknya sudah hampir selesai semuanya," ujar dia, Jumat (21/9/2018).
Menurut Sri Mulyani, kedatangan Vogels bersama sejumlah petinggi Amazon ke Istana Negara adalah untuk menyelesaikan beberapa proses perizinan guna memuluskan rencana investasi perusahaan teknologi asal AS ini.
Mengutip Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/PMK.010/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan, terdapat lima kategori perusahaan pionir yang berhak memanfaatkan fasilitas tax holiday dari pemerintah.
Kelima kategori itu meliputi investasi baru Rp500 juta-Rp1 triliun selama 5 tahun, investasi baru Rp1 triliun-Rp5 triliun selama 7 tahun, investasi baru Rp5 triliun-Rp10 triliun selama 10 tahun, investasi baru sampai dengan Rp15 triliun selama 15 tahun, dan investasi baru sampai dengan 30 triliun selama 20 tahun.
Vogels dan delegasi Amazon lainnya memang berada di Jakarta selama beberapa hari. Pada Kamis (20/9), Vogels menolak memberikan komentar tentang kabar rencana Amazon mengembangkan bisnis dagang-el ke pasar Indonesia.
Dia mengakui ekosistem digital di Indonesia sangat potensial untuk terus berkembang.
“Tapi untuk saat ini saya belum bisa memberikan komentar terhadap spekulasi yang berkembang itu, “ ujar Vogels.
Amazon sudah terlebih dulu menggarap potensi pasar perdagangan elektronik di Asia Tenggara dengan berekspansi ke Singapura pada akhir 2017. Adapun kabar mengenai rencana Amazon untuk merambah pasar Indonesia telah bergulir sejak 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








