Advertisement
Selama Oktober, Konsumen Bisa Kredit Wuling tanpa Uang Muka atau Tanpa Bunga
Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara Seorang SPG memperkenalkan low MPV Wuling Confero, Selasa (4 - 3).
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Strategi penjualan Promo Oktober yang dilakukan oleh PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) untuk menyambut peringatan Sumpah Pemuda, diharapkan bisa memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen. Promo ini berlangsung mulai 1 hingga 31 Oktober mendatang.
Sales Manager Wuling Mlati, Eko Cahyo menjelaskan baik promo uang muka (down payment/DP) 0% dan bunga 0%, bisa diakses oleh konsumen Wuling di Jogja. Namun demikian, ada syarat dan ketentuan khusus yang berlaku untuk promo ini.
Untuk program DP 0%, konsumen perlu menyiapkan BPKB mobil lama usia maksimal tujuh tahun, BPKB milik sendiri dan memiliki rumah pribadi yang dibuktikan dengan kartu keluarga.
"Konsumen dibebaskan dari DP dan cukup membayar angsuran selama tiga bulan di awal," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (9/10/2018).
Eko menyebut promo DP 0% ini merupakan program baru yang masih dalam tahap uji coba. Sehingga pihaknya mengharapkan adanya masukan dari konsumen akan program perdana ini. Di sisi lain, Eko mengaku belum dapat menentukan target penjualan dari promo ini karena masih dalam tahap uji coba dan evaluasi.
Berbeda halnya dengan promo bunga 0% yang sudah berjalan cukup lama. Menurutnya untuk promo bunga 0% dibutuhkan uang muka 30%. Selain itu, bunga 0% berlaku tenor dua tahun untuk Wuling Confero dan tenor satu tahun untuk Wuling Cortez. Konsumen yang ingin mengikuti program ini juga harus memiliki rumah pribadi yang dibuktikan dengan kartu keluarga.
Eko menyebut tujuan utama diadakannya promo ini adalah untuk memberikan kemudahan kepada konsumen. Pasalnya ada banyak pilihan pembayaran yang bisa disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan masing-masing konsumen.
Apalagi menurut Eko, beberapa konsumen menghendaki segera mendapatkan mobil tanpa harus membayar DP di awal dengan konsekuensi angsuran yang lebih tinggi tetapi ada pula yang lebih memilih skema bunga yang rendah.
"Tiap-tiap pilihan punya konsekuensinya sendiri. Sehingga bisa disesuaikan dengan kemampuan konsumen. Namun tentu saja syarat dan ketentuannya berbeda, kami tentu akan berpatokan pada data dan survey lingkungan untuk memastikan konsumen dapat memenuhi kewajibannya. Sehingga kedua belah pihak diuntungkan," imbuhnya.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








