Bersiap Hadapi Nataru, Ini yang Dilakukan PT KAI

Bersiap Hadapi Nataru, Ini yang Dilakukan PT KAIIlustrasi. - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
17 Desember 2018 05:17 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018/2019, PT KAI (Persero) telah menyiapkan sarana, prasarana, dan SDM untuk mendukung kelancaran pelaksanaan angkutan Nataru seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, masa angkutan Nataru ditetapkan selama 18 hari, yakni mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan.

Manajer Humas PT. KAI Daop 6 Jogja, Eko Budiyanto menjelaskan dari aspek sarana KA, tahun ini KAI menyiagakan 444 unit lokomotif, satu unit lokomotif cadangan, 1.637 unit kereta, dan 218 unit kereta cadangan. Sementara untuk jumlah KA, sebanyak 346 perjalanan KA reguler serta 48 perjalanan KA tambahan disiapkan untuk melayani masyarakat yang ingin menggunakan jasa KA pada masa liburan akhir tahun kali ini. Sehingga total jumlah KA yang siap melayani masyarakat pada masa angkutan Nataru kali ini adalah 394 perjalanan KA.

"Jumlah ini meningkat 5 persen dibanding masa angkutan Nataru tahun lalu, yakni sebesar 375 perjalanan," katanya pada Jumat (14/12/2018).

Khusus untuk pengguna jasa KA di Daop 6 Jogja, Eko menyebut total ada 16 jadwal KA tambahan yang diakomodir oleh kereta Taksaka, Lodaya, Sancaka, Mataram Premium, Argo Lawu, dan Argo Dwipangga. Sementara itu, secara keseluruhan, KAI mengoperasikan 24 KA tambahan dengan 48 perjalanan dan total kapasitas seat sebanyak 27.560 per hari. KA tersebut sebagian besar mulai beroperasi pada 20 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019. Sedangkan beberapa KA, seperti Brantas Tambahan dan Mataram Premium, operasionalnya akan dimulai sejak 13 Desember.

"Untuk ketersediaan tempat duduk, hingga 3 Desember jumlah tempat duduk di KA Tambahan masih tersedia sebanyak 75%. Sedangkan untuk KA Reguler masih tersedia 61% tempat duduk," ucapnya.

Selama masa angkutan Nataru 2018/19, KAI juga menyediakan layanan first class yaitu kelas Luxury pada KA Argo Bromo Anggrek dengan 1.296 seat dan kelas Priority pada KA Argo parahyangan sebanyak 4.320 seat. Hingga 3 Desember, jumlah tempat duduk pada kelas Luxury masih tersedia 72%, sedangkan untuk kelas Priority masih tersedia sebanyak 45%. Eko menuturkan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan tiket KA tambahan tersebut, dapat melakukan membeli di seluruh channel resmi penjualan tiket kereta api mulai 16 November. Tak harus datang ke stasiun untuk membeli di loket, masyarakat dapat membeli melalui aplikasi ponsel resmi KAI yakni KAI Access, situs kai.id, Contact Center 121/ (021) 121, maupun channel eksternal yang telah bekerja sama dengan KAI seperti gerai minimarket, Traveloka, Tiket.com, Tokopedia, dan agen resmi lainnya.

"Masyarakat kini makin dimudahkan membeli tiket secara online. Karena loket pembelian tiket di stasiun hanya buka sampai jam 16.00 WIB, untuk mengatasi kehabisan tiket, lebih baik masyarakat segera mengakses sistem pembelian tiket secara mandiri atau membeli di agen yang telah bekerjasama dengan KAI," ucapnya.

Sedangkan untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jasa KA, selama angkutan Nataru 2018/19, Eko mengatakan KAI menyiapkan 6.172 personel keamanan yang terdiri dari 1.332 personel Polsuska, 3.876 personel security, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 950 personel termasuk K-9. Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta.

Dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya KAI telah mendeteksi sebanyak 305 titik rawan berupa banjir, longsor, dan amblas di sepanjang jalur KA di Jawa-Sumatera. Untuk itu, KAI menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) antara lain berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), dan alat penambat rel di titik-titik yang telah ditentukan. KAI juga menyiagakan tenaga flying gank, Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra, Penjaga Jalan Lintas (PJL) Ekstra, dan petugas posko daerah rawan di sepanjang lintas KA Jawa dan Sumatera untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa (PLH) yang menghambat perjalanan KA. Total sebanyak 1.423 petugas disiagakan dengan rincian 415 personel PPJ Ekstra, 867 personel PJL Ekstra, dan 141 personel posko daerah rawan.