Jelang MPLS, 20 Sekolah Rakyat Siap Digunakan
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 20 kabupaten dan kota rampung menjelang MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 dan siap digunakan.
Aktivitas penerbangan pesawat udara di Sultan Hasanuddin International Airport Makassar (SHIAM), Sulawesi Selatan, Senin (18/2/2019)./Bisnis-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JAKARTA--Lion Air mengklaim telah mencapai prestasi yang baik untuk tingkat ketepatan waktu (on time performance/ OTP). Pada kuartal I/2019, Lion Air mengklaim OTP-nya mencapai 85,78% atau naik 32,7% dari perolehan pada periode yang sama pada 2018.
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan OTP April 2019 sebesar 85,2% dengan total 12.300 penerbangan dari rata-rata 400-420 frekuensi terbang per hari, yang dilayani ke lebih dari 51 kota tujuan domestik dan internasional.
"OTP Kuartal I/2019, Lion Air mencatatkan 85,78% atau naik sekitar 32,7% dari perolehan 65,3% di 2018 dan 64,6% di 2017 pada periode yang sama, dengan rerata 49.200 total penerbangan," kata Danang dalam siaran pers, Senin (6/5/2019).
Data OTP merupakan hasil laporan Integrated Operation Control Center (IOCC) Lion Air Group secara bersamaan dan tepat waktu (real time). Penghitungan berdasarkan pergerakan pesawat saat keberangkatan (departure) dan kedatangan (arrival) dalam waktu kurang 15 menit dari jadwal yang ditentukan di bandar udara skala besar dan menengah.
Pencapaian OTP 85,78% pada kuartal I/ 2019 merupakan tantangan dan peluang Lion Air dalam mempertahankan kinerja serta mempersiapkan ke level ketepatan waktu operasional terbaik.
Lion Air turut menyampaikan apresiasi kepadatravelers atas kontribusi mendukung ketepatan waktu penerbangan, mulai dari proses pelaporan (check-in)hingga tiba di tujuan. Hal tersebut mampu menunjang kelancaran operasional.
Dalam langkah strategis mengenai tingkat ketepatan waktu, Lion Air senantiasa melaksanakan koordinasi dan komunikasi intensif yang mengikuti standar operasional prosedur (SOP) bersama pihak terkait. Operasi pesawat sesuai aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen, pelatihan SDM, mengikuti prosedur ketentuan regulator.
Lion Air mengoperasikan tipe pesawat, terdiri dari 66 Boeing 737-900ER, 38 Boeing 737-800NG, dan tiga Airbus 330-300. Untuk pengaturan mekanisme operasi pesawat, Lion Air mempunyai utilisasi 8-9 jam per hari, rata-rata enam pesawat menjalani perawatan berjadwal (schedule maintenance) serta rata-rata lima pesawat sebagai cadangan (stand by).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 20 kabupaten dan kota rampung menjelang MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 dan siap digunakan.
Kemenhub memperkuat pengawasan tiga lapis keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana di seluruh sektor operasional.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Lando Norris mengkritik sejumlah pembalap setelah DNF di GP Azerbaijan akibat terlibat tabrakan dengan Franco Colapinto dan Pierre Gasly.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.