Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Ilustrasi. /Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Harianjogja.com, JAKARTA- Persaingan dua aplikator ojek online antara Grab dan Gojek terkait soal tarif hingga kini terus terjadi. Bahkan menurut salah satu survei menyebutkan, Grab justru lebih unggul dalam hal tarif promo yang lebih jor-joran ketimbang Gojek.
Menurut Alvara Strategy Insight, yang melakukan survey tentang ‘Perilaku dan Preferensi Konsumen Millenial Indonesia terhadap Aplikasi e-commerce 2019’ Grab lebih menawarkan harga yang lebih murah dengan banyak penawaran promo tarif, ketimbang Gojek.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi Sumatra Utara Gunawan Benyamin menilai persaingan promo tersebut bukan menjadi kompetisi yang sehat. Menurut dia, terlalu banyak promo bisa mengurangi kualitas layanan konsumen, dan bahkan dapat menimbulkan kerugian di berbagai pihak termasuk mitra driver perusahaan.
"Unggul dalam hal promo itu memang syarat dengan menguntungkan konsumen dan cenderung merugikan banyak pihak. Termasuk pihak yang banyak memberikan promo tersebut," katanya, Jumat (12/7/2019).
Promo tersebut membuat driver ojek online asal negara tetangga Malaysia itu ditinggalkan oleh mitranya. Seperti yang diketahui belum lama ini, ratusan ribu driver ojek online meninggalkan Grab. Alasannya karena kesejahteraan dan keamanan dalam bekerja.
Dia juga menyinggung soal survey Alvira, salah satu lembaga yang menyatakan bahwa promo tersebut menguntungkan konsumen. Akan tetapu, perlu diketahui, survey tersebut harus dilihat secara komprehensif. Artinya, persaingan ojek online tidak hanya sebatas perang tarif.
"Aspek penting lainnya seperti isu keselamatan dan bentuk inovasi lainnya juga diperhatikan," katanya.
Dari survey tersebut bisa dilihat, lanjutnya, strategi keselamatan, inovasi dan lainnya itu terbukti efektif. Dia juga tidak menampik dari persaingan secara komprehensif, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek justru lebih unggul. Terutama saat membandingkan keunggulan beberapa model layanan lain seperti layanan antar makanan seperti Gofood dan alat pembayaran Gopay.
"Dari hasil riset lembaga survey yang menunjukkan bahwa Ojek Online beserta layanannya GO-FOOD dan GO-PAY adalah yang paling banyak digunakan millennial dibandingkan pesaingnya. Bahkan, di antara pengguna yang menggunakan kedua aplikasi, Gojek juga lebih andal," katanya.
Customer dan mitra driver disarankan lebih baik menggunakan aplikasi asli dari Indonesia tersebut, selain demi keamanan dan kenyamanannya.
"Kehadiran ojek online dan beberapa aplikasi anak bangsa lainnya cukup penting, agar Indonesia tetap menjadi tuan di negeri sendiri," katanya.

Diminati Millenial
Pada kesempatan itu, Alvara Research Center juga merilis hasil survei yang menunjukkan Go-Pay milik GoJek menjadi dompet digital yang paling banyak digunakan oleh generasi milenial di Indonesia.
"Pada kategori layanan digital payment, Go-Pay tercatat digunakan 67,9 persen responden," kata Pendiri dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.
Survei tersebut melibatkan responden yang lahir pada 1981-1997 di wilayah Jabodetabek, Bali, Padang, Yogyakarta, dan Manado dengan metode wawancara tatap muka serta cluster random sampling.
Posisi kedua berdasarkan hasil survei itu ditempati OVO, yang digunakan Grab untuk layanan pembayaran digitalnya. Hasil survei menunjukkan OVO dipakai oleh 33,8 persen responden. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Prediksi Argentina vs Mesir di 16 besar Piala Dunia 2026: Messi vs Salah. Statistik tunjukkan Argentina lebih produktif, Mesir lebih kolektif.
Disdikpora Kota Jogja menegaskan SD dan SMP negeri dilarang memungut biaya serta menjual seragam. Siswa baru boleh memakai seragam SD hingga tiga bulan.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul dibuka 13-23 Juli 2026. Panitia diminta cermat untuk mencegah sengketa pemilihan.
BMKG menyebut gempa M5,5 di Laut Maluku dipicu subduksi lempeng. Gempa tidak berpotensi tsunami dan belum diikuti gempa susulan.