SIM Card Wajib Biometrik, Pelanggan Keluhkan Harga dan Verifikasi
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Dari kiri ke kanan, Direktur Destinasi Pariwisata Badan Otorita Borobudur Agustin Peranginangin; Direktur Utama Direktur Utama Indah Juanita; Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Bisma Jatmika; Direktur Keuangan, Umum dan Komunikasi Publik Y. Sigit Widiyanto dan Direktur Pemasaran Pariwisata Agus Rochiyardi saat bersantai di Restoran Glamorous Camping (Glamping) De\'Loano, Purworejo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu./ Ist./BOB
Harianjogja.com, JOGJA—Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) diyakini mampu membawa masuk wisatawan dalam jumlah besar ke wilayah DIY dan sekitarnya. Badan Otorita Borobudur (BOB) melihat para pemangku kepentingan harus memiliki pemetaan akan di bawa ke mana para wisatawan tersebut.
Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB Bisma Jatmika mengatakan dalam kajian selama ini konektivitas udara menjadi handicap di Jawa Tengah dan DIY. Bandara yang ada baik di Solo maupun DIY memiliki kapasitas yang terbatas. "Enggak hanya jumlah penumpang, tetapi juga tipe pesawat. Bandara yang ada saat ini belum bisa untuk pesawat badan lebar. Beda dengan YIA, dia [YIA] bisa tampung pesawat wide body," kata dia dalam rilis, Kamis (7/8).
Ia menyebutkan untuk mendukung konektivitas internasional sangat penting ada bandara yang mampu menampung pesawat wide body. Misalnya, penerbangan dari Eropa dan Australia yang memakai pesawat wide body.
"Kalau memang, misalkan wisatawan bisa kita bawa, dari luar negeri dengan air carrier tipe pesawat kaya itu, maka jumlah wisatawan akan masuk," tutur dia.
Ia menyebutkan jika sektor unggulan merupakan sektor wisata, maka harus memiliki pemetaan yang jelas ke mana saja wisatawan tersebut akan dibawa. "Apakah ke DIY dan sekitarnya atau tawarkan yang lain misalnya Dieng, Purwokerto, Semarang, Solo, Sangiran," papar dia.
Ia menyebutkan Kementerian Pariwisata memiliki framework tiga destinasi pariwisata nasional (DPN) di Jawa Tengah dan DIY yakni DPN Semarang-Karimunjawa; DPN Borobudur-Yogyakarta dan DPN Solo-Sangiran. "Itu menunjukkan keluasan cakupan. Misalnya DPN Borobudur-Yogyakarta dan sekitarnya, masuk Dieng di situ," terang dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.