Dampak Covid-19, Penyampaian SPT Tahunan Tertekan
Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat penyampaian realiasi Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan tertekan.
Petugas bank menjelaskan mengenai kredit usaha rakyat (KUR)./Antara-R. Rekotomo
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah berencana menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) tahun depan.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan secara prinsip pihaknya hendak memperbesar jumlah dan memperluas penyaluran KUR serta menurunkan suku bunga dari yang sekarang berlaku.
"Prinsipnya jumlah diperbanyak, penyaluran diperluas, interestnya diturunkan," ujar Airlangga, Senin (11/11/2019).
Saat ini, suku bunga KUR yang berlaku adalah sebesar 7% dengan subsidi KUR sebesar Rp12,2 triliun. Adapun target penyaluran KUR pada 2019 sendiri mencapai Rp140 triliun.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto pun mengatakan pihaknya siap menurunkan suku bunga KUR apabila pemerintah memang menghendaki adanya penurunan suku bunga.
"Kami melihat program KUR adalah program yang memang memberikan efek yang bagus untuk rakyat kecil. Pada prinsipnya bank siap," ujarnya, Senin (11/11/2019).
Menurut Sulaiman, penurunan suku bunga KUR bisa memberi dampak positif apabila terjadi kenaikan volume penarikan pembiayaan melalui KUR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat penyampaian realiasi Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan tertekan.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.