MANAGER SOS CHILDRENS VILLAGE: Berkarya Demi Masa Depan Anak-Anak

MANAGER SOS CHILDRENS VILLAGE: Berkarya Demi Masa Depan Anak-AnakNursalim, Manajer Fasilitas SOS Children's Village Yogyakarta./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
29 Januari 2020 07:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Nursalim, mengemban tugas sebagai Manajer Fasilitas SOS Children's Village Yogyakarta. Jiwa seninya menjadi pengantar untuk masuk ke organisasi nirlaba ini.

Nursalim bergabung dengan SOS Children's Village Yogyakarta sekitar 2008 sebagai sukarelawan. Ia dikenalkan oleh teman satu kampusnya.  "Saya ini jiwanya seni. Dan ternyata di SOS ada kegiatan seninya. Waktu itu saya mau bergabung karena untuk mengajak ana-anak berkegiatan seni," kata dia kepada Harian Jogja di Kantor SOS Children's Village Yogyakarta, Jogja, beberapa waktu lalu.

Kegiatan seni itu membuatnya betah menjadi sukarelawan di SOS Children's Village. Berawal dari kegiatan tersebut, ia kemudian menjadi pekerja paruh waktu dan kemudian pada 2013 dipercaya menjadi manajer. "Kami ada kegiatan jangka panjang dan jangka pendek. Kami mengasuh anak-anak sampai mereka bisa mandiri. Dan kami memastikan anak-anak tidak kehilangan pengasuhan," ujar dia.

Persoalan hak anak di DIY ini sering disebabkan kondisi perekonomian keluarga. Kehadiran SOS Children's Village Yogyakarta untuk memastikan pengasuhan kepada anak-anak ini tetap terpenuhi. Pengasuhan yang diberikan tidak hanya hari organisasi ini saja, tetapi juga dari pemerintah dan masyarakat. "Strategi pengasuhan untuk setiap generasi pun berbeda-beda karena mereka memiliki karakter sendiri. Kalau pemerintah ada program, kami pun bisa menyelaraskan diri," kata dia.

Ia mengakui meskipun SOS Children's Village telah memiliki pakem, tetapi program yang disusun tetap disesuaikan dengan kondisi setiap daerah. Setiap negara dan daerah memiliki persoalan sendiri-sendiri dan karakter yang berbeda. "Saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik kepada anak-anak dan masyarakat. Saya bersama tim juga mengapresiasi dukungan masyarakat saat ini yang semakin banyak," kata dia.

Nursalim mengatakan SOS Children's Village Yogyakarta memiliki kegiatan rutin untuk berkumpul dan berdiskusi. Selain memantau perkembangan program, pertemuan rutin ini juga bermanfaat untuk memastikan semua staf dan sukarelawan memiliki satu suara dan pandangan mengenai tugas yang diemban.

Mengelola banyak orang bukan persoalan gampang. Ia pun berusaha merangkul semua orang. Para sukarelawan  dan staf pun leluasa untuk memberikan masukan untuk kebaikan organisasi dan masa depan anak-anak.

Dilansir dari laman resminya, SOS Children's Village merupakan organisasi nirlaba yang berdiri pada 1949, SOS Children's Villages. Organisasi ini aktif dalam mendukung hak-hak anak dan berkomitmen memberikan anak-anak yang telah atau berisiko kehilangan pengasuhan orang tua kebutuhan utama mereka, yaitu keluarga dan rumah yang penuh kasih sayang. "Kami fokus di bidang pengasuhan, pendidikan dan kesehatan. Kami berusaha memberi kehidupan lebih baik untuk anak-anak Indonesia," ujar dia.