Advertisement
Pemerintah Siapkan Stok Pangan Jelang Ramadan & Idulfitri
Bupati Bantul Suharsono bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY saat meninjau harga bahan pokok di Pasar Bantul, Jumat (11/5/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto hingga Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian Jakarta, Senin (17/2). Dalam kesempatan tersebut, setiap instansi terkait membahas kesiapan dan kebijakan pangan pemerintah, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.
"Lebih banyak pembahasan ke persiapan kita terhadap segala kebutuhan pangan menghadapi peak season antara lain kebutuhan Ramadan dan Idulfitri yang akan datang," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Senin.
Advertisement
Syahrul menjelaskan pembahasan dalam rapat mencakup ketersediaan cabai dan bawang putih yang pada beberapa bulan terakhir ini harganya melambung tinggi sehingga diperlukan intervensi pemerintah.
Mentan menyebutkan saat ini stok bawang putih yang tersedia masih ada sekitar 80.000 ton. Kemudian, panen bawang putih pada Maret mencapai 30.000 ton sehingga total stok mencapai lebih dari 100.000 ton.
Stok ini dinilai cukup memenuhi konsumsi dalam negeri, mengingat kebutuhan bawang putih mencapai 45.000-47.000 ton per bulan. Namun demikian, Syahrul menilai tingginya harga bawang putih dipengaruhi isu Virus Corona di China yang membuat distributor khawatir akan menghambat impor bawang putih dari Negeri Tirai Bambu tersebut.
"Tetapi kok ada lonjakan. Kami lihat ada panic buying. Ada kepanikan dengan kasus Virus Corona dan lain-lain. Oleh karena itu, langkah yang ada segera mengeluarkan rekomendasi yang dipercepat," kata Syahrul.
Dalam kesempatan yang sama, Dirut Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan persiapan BUMN pangan tersebut dalam melakukan penyerapan gabah pada musim panen raya. "Planning kami untuk penyerapan, Mentan menyampaikan kemungkinan Maret-April. Kami siap saja untuk menyerap kalau sudah panen," kata Buwas.
Dalam kesempatan ini, rapat yang dipimpin oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Kulonprogo Turunkan Ratusan Atlet POPDA DIY, 2 Cabor Kosong Peserta
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Rupiah Terkikis di Awal Perdagangan Pagi Ini
- Harga Emas Antam Tergelincir Tajam Pagi Ini Turun Puluhan Ribu
- IHSG Tertekan Sentimen Global Arah Konflik Belum Jelas
- SPT Pajak Sudah Tembus Jutaan, Tenggat Diperpanjang Sampai April
- Pajak Ekspor Batu Bara Belum Berlaku, Pemerintah Masih Hitung Dampak
- Lonjakan Penumpang KRL Jogja Tembus Ratusan Ribu Saat Lebaran
- Perputaran Uang Lebaran di Jogja Diperkirakan Tembus Puluhan Triliun
Advertisement
Advertisement







